Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

Jangan Mengulur Waktu

Oleh Upasaka Pandita Vijaya Rudiyanto Tanwijaya

Jum'at, 02 September 2022

Pemuda Buddhayana, SIDDHI, WBI, Wulan Bahagia, Sekber Yabuddhi, MBI, Sagin

Dalam salah satu pengalaman pribadi, pernah ada umat bertanya, apakah ada batasan usia dalam berlatih praktik ajaran Buddha? Pertanyaan ini mungkin mewakili pertanyaan yang pernah terlintas dalam benak pikiran banyak orang.


Tentu saja tidak ada batasan usia dalam berlatih untuk umat Buddha. Guru Buddha Sakyamuni tidak pernah menyatakan itu. Kita ketahui banyak siswa yang diterima Buddha dalam usia yang cukup sepuh, disamping banyak juga siswa Buddha yang berusia muda dan penuh semangat dalam berlatih diri. Intinya, usia bukan penghalang dalam tekad berlatih diri.

Namun bukan berarti kita lalu sengaja mempelajari dan berpraktik Buddha Dharma dalam usia tua saja, karena ini juga sama artinya dengan membuang kesempatan emas. Kita ketahui bahwa ketika kita dalam usia tua, maka segala sesuatu menjadi terbatas. Indra kita melemah, daya tahan fisik juga tidak sekokoh dulu, kesehatan juga mulai terganggu, sehingga semua kondisi ini akan menjadi penghambat potensi kita dalam mempelajari atau mempraktikkan ajaran Buddha.

 

Saya pernah melihat seorang umat Buddha yang cukup sepuh ketika berada di sebuah wihara, orang tua itu duduk di atas kursi roda. Untuk bisa memberi hormat kepada Buddha pun, ia dibatasi oleh fisiknya yang sudah renta  dan harus dibantu oleh sanak keluarga yang mendampinginya. Berbeda dengan umat Buddha yang masih muda. Ia dengan mudah melakukannya. Ini salah satu contoh kecil ditinjau dari kemampuan fisik.

 

Namun demikian, sekali lagi, tidak ada batasan usia dalam mempelajari dan mempraktikkan Buddha Dharma. Sepanjang ada semangat dan tekad, maka semua akan memiliki jalan. Salah satu contoh nyata adalah Mahabiksu Hsu Yun (1840-1959) yang merupakan Guru Besar Zen yang pernah hidup pada abad modern ini.

 

Mahabiksu Hsu Yun, yang berasal dari Tiongkok, berlatih selama puluhan tahun dengan begitu keras dan disiplinnya. Meski Beliau mengalami banyak kepahitan dalam proses latihannya, namun Mahabiksu Hsu Yun adalah sosok yang luar biasa. Ia selalu tegar dalam tekadnya. Pada usia 56 tahun ia mencapai pencerahan. Dalam ukuran spiritual manusia, pencapaian di usia ini boleh disebut agak terlambat. Namun dalam proses latih dirinya, Mahabiksu Hsu Yun tidak pernah mengeluh, atau bahkan putus asa. Ia tetap giat dalam berlatih.

 

Tentu orang-orang seperti Mahabiksu Hsu Yun bukan orang yang lazim kita temui. Mungkin hanya ada satu dari seratus bahkan seribu orang. Dan kita ingat, beliau juga memulai latihan bukan saat usia tua, namun sejak masih muda belia. Hanya saja pencerahan yang beliau alami sedikit lebih lambat dari ukuran biasanya.

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS