Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Paritta

Cari

Paritta Avamangala

Namo Sanghyang Ādi Buddhaya (3 X)


Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa (3 X)


Namo Sabbe Bodhisattāya-Mahasattāya (3 X)



Terpujilah Sanghyang Adi Buddha, Tuhan Yang Maha Esa


Terpujilah Bhagavā, Yang Maha Suci yang telah mencapai Penerangan Sempurna


Terpujilah Para Bodhisatta – Mahasatta


 

Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi


Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi


Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi


Aku berlindung kepada Buddha

Aku berlindung kepada Dhamma

Aku berlindung kepada Saṅgha 


Untuk kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha

Untuk kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma

Untuk kedua kalinya aku berlindung kepada Saṅgha 


Untuk ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha

Untuk ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma

Untuk ketiga kalinya aku berlindung kepada Saṅgha

Itipi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho,

Vijjācaraṇa sampanno sugato lokavidū,

Anuttaro purisadammasārathi

Satthā devamanussānaṁ buddho bhagavā ‘ti


Demkianlah Sang Bhagavā, Yang Maha Suci, 

yang telah mencapai Penerangan Sempurna, 

Sempurna Pengetahuan serta Tindak- tandukNya, 

Sempurna Menempuh Sang Jalan ke Nibbāna, 

Pengenal Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, 

Guru para Dewa dan Manusia, Yang sadar, Yang Patut Dimuliakan.

Svākkhāto bhagavatā dhammo,
Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko,

Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhī ‘ti.

 

Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, 

berada sangat dekat, tak lapuk oleh waktu, 

mengundang untuk dibuktikan, 

menuntun ke dalam batin, 

dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.

Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho

Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho

Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho

Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho


Yadidaṁ cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā

Esa bhagavato sāvakasaṅgho

Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo

Anuttaraṁ puññākkhetaṁ lokassā ‘ti.


Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik

Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus

Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar

Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut


Mereka merupakan empat pasang makhluk

Terdiri dari delapan jenis makhluk suci,

Itulah Saṅgha Siswa Sang Bhagavā. 

Patut menerima pemberian, tempat bernaung, persembahan serta penghormatan.

Ladang kebajikan yang tiada taranya di alam semesta.

Yathāpi selā vipulā

Nabhaṁ āhacca pabbatā

Samantā anupariyeyyuṁ

Nippothentā catuddisā


Evaṁ jarā ca maccu ca

Adhivattanti pāṇino

Khattiye brāhmaṇe vesse

Sudde caṇḍālapukkuse


Na kiñci parivajjeti

Sabba mevābhimaddati

Na tattha hatthīnaṁ bhūmi

Na rathānaṁ na pattiyā

Na cāpi mantayuddhena

Sakkā jetuṁ dhanena vā


Tasmā hi paṇḍito poso

Sampassaṁ atthamattano

Buddhe dhamme ca saṅghe ca

Dhīro saddhaṁ nivesaye


Yo dhammacārī kāyena

Vācāya uda cetasā

Idheva naṁ pasaṁsanti

Pecca sagge pamodati




Bagaikan gunung batu cadas yang besar

Puncaknya menjulang tinggi ke angkasa

menggelinding dan hancur dari empat penjuru

menggilas semua yang menghalang.


Demikian pula kelapukan dan kematian

Menguasai semua makhluk, apakah dia

Ksatria, brahmana, pedagang,

Pekerja, kasta buangan atau pembersih jalan


Tiada pengecualian terhadap siapapun,

Kematian menguasai semua makhluk.

Tiada pasukan gajah, pasukan kereta, maupun prajurit,

tiada mantra ataupun harta kekayaan yang dapat melawan penuaan dan kematian.


Sebab itulah ia yang bijaksana

Setelah mengetahui manfaat kebajikan bagi dirinya sendiri;

Maka mereka memperkuat keyakinannya kepada

Buddha, Dhamma, dan Sangha


Siapa saja yang melaksanakan Dhamma,

baik melalui perbuatan, ucapan, dan pikiran;

dalam hidup ini , ia dipuji oleh para bijaksanawan,

dan setelah meninggal ia berbahagia di alam surga.

Yassa saddhā tathāgate

Acalā supatiṭṭhitā

Sīlañca yassa kalyāṇaṁ

Ariyakantaṁ pasaṁsitaṁ


Saṅghe pasādo yassatthi

Ujubhūtañca dassanaṁ

Adaḷiddoti taṁ āhu

Amoghantassa jīvitaṁ


Tasmā saddhañca sīlañca

Pasādaṁ dhammadassanaṁ

Anuyuñjetha medhāvī

Saraṁ buddhāna sāsananti


Ia yang yakin pada Tathāgata

Kokoh dan tak tergoyahkan

Mempunyai sila yang baik

Disenangi dan dipuji oleh para Ariya


Dia yang yakin pada Sangha

Teguh, lurus, dan penuh perhatian

Mereka (Sangha) nyatakan bahwa Ia tidak miskin

Dan tidak akan menderita di akhir hidupnya.


Sebab itu, keyakinan, sila

Serta penembusan pada Dhamma nan Mulia

Haruslah dikembangkan oleh orang bijaksana

Dengan selalu mengingat Buddha Sāsana

Evam-me sutaṁ:

Ekaṁ samayaṁ bhagavā, 

Sāvatthiyaṁ viharati, 

Jetavane anāthapiṇḍikassa, ārāme. 


Tatra kho Bhagavā bhikkhū āmantesi bhikkhavoti. 

Bhadanteti te bhikkhū Bhagavato paccassosuṁ. 

Bhagavā etadavoca.


Uppādā vā bhikkhave tathāgatānaṁ anuppādā vā tathāgatānaṁ,

Ṭhitāva sā dhātu dhammaṭṭhitatā dhammaniyāmatā:

Sabbe saṅkhārā aniccāti.

Taṁ tathāgato abhisambujjhati abhisameti.

Abhisambujjhitvā abhisametvā ācikkhati deseti, pannapeti paṭṭhappeti, vivarati vibhajati uttānīkaroti:

Sabbe saṅkhārā aniccāti.


Uppādā vā bhikkhave tathāgatānaṁ anuppādā vā tathāgatānaṁ,

Ṭhitāva sā dhātu dhammaṭṭhitatā dhamma-niyāmata:

Sabbe saṅkhārā dukkhāti.

Taṁ tathāgato abhisambujjhati abhisameti.

Abhisambujjhitvā abhisametvā ācikkhati deseti, pannapeti paṭṭhappeti, vivarati vibhajati uttānīkaroti:

Sabbe saṅkhārā dukkhāti.


Uppādā vā bhikkhave tathāgatānaṁ anuppādā vā tathāgatānaṁ,

Ṭhitāva sā dhātu dhammaṭṭhitatā dhammaniyāmatā:

Sabbe dhammā anattāti.

Taṁ tathāgato abhisambujjhati abhisameti.

Abhisambujjhitvā abhisametvā ācikkhati deseti, pannapeti paṭṭhappeti, vivarati vibhajati uttānīkaroti:

Sabbe dhammā anattāti.


Idamavoca Bhagavā.

Attamanā te bhikkhū Bhagavato bhāsitaṁ, abhinandun'ti.



Demikianlah yang telah kudengar,

Pada suatu ketika Sang Bhagavā bersemayam di Jetavana, Ārāma milik hartawan Anāthapiṇḍika.

Di dekat kota Sāvatthi. 



Sang Bhagavā bersabda kepada para bhikkhu “O, para Bhikkhu.”

“Ya, Bhante.” jawab para bhikkhu kepada Sang Bhagavā.

Selanjutnya Sang Bhagavā besabda:


Para Bhikkhu, apakah Para Tathāgata muncul di dunia atau tidak, 

Terdapat kondisi yang tetap dari segala sesuatu (Dhamma), terdapat hukum yang pasti dari segala sesuatu, bahwa:

“Semua yang terbentuk adalah anicca (tidak kekal).”

Seorang Tathāgata telah sepenuhnya  mengetahui dan mengerti hal ini.

Setelah sepenuhnya mengetahui dan mengerti, Ia kemudian menjelaskannya, mengajarkannya, menyatakannya, menetapkannya, mengungkapkannya, menganalisisnya dan menguraikan bahwa:

“Semua yang terbentuk adalah anicca.”


Para Bhikkhu, apakah Para Tathāgata muncul di dunia atau tidak, 

Terdapat kondisi yang tetap dari segala sesuatu (Dhamma), terdapat hukum yang pasti dari segala sesuatu, bahwa:

“Semua yang terbentuk adalah dukkha.”

Seorang Tathāgata telah sepenuhnya mengetahui dan mengerti hal ini.

Setelah sepenuhnya mengetahui dan mengerti, Ia kemudian menjelaskannya, mengajarkannya, menyatakannya, menetapkannya, mengungkapkannya, menganalisisnya dan menguraikan bahwa:

“Semua yang terbentuk adalah dukkha.”


Para Bhikkhu, apakah Para Tathāgata muncul di dunia atau tidak, 

Terdapat kondisi yang tetap dari segala sesuatu (Dhamma), terdapat hukum yang pasti dari segala sesuatu, bahwa:

“Segala sesuatu adalah anatta (tanpa diri).”

  Seorang Tathāgata telah sepenuhnya  mengetahui dan mengerti hal ini.

Setelah sepenuhnya mengetahui dan mengerti, Ia kemudian menjelaskannya, mengajarkannya, menyatakannya, menetapkannya, mengungkapkannya, menganalisisnya dan menguraikan bahwa:

“Segala sesuatu adalah anatta (tanpa diri).”


 Demikianlah  Sang Bhagavā bersabda,

Mendengar sabda Sang Bhagavā tersebut, batin para bhikkhu dipenuhi kebahagiaan luhur.

Sabbe saṅkhārā aniccāti

Yadā paññāya passati

Atha nibbindati dukkhe

Esa maggo visuddhiyā


Sabbe saṅkhārā dukkhāti

Yadā paññāya passati

Atha nibbindati dukkhe

Esa maggo visuddhiyā


Sabbe dhammā anattāti

Yadā paññāya passati

Atha nibbindati dukkhe

Esa maggo visuddhiyā


Appakā te manussesu

Ye janā pāragāmino

Athāyaṁ itarā pajā

Tīramevānudhāvati


Ye ca kho sammadakkhāte

Dhamme dhammānuvattino

Te janā pāramessanti

Macchudheyyaṁ suduttaraṁ


Kaṇhaṁ dhammaṁ vippahāya

Sukkaṁ bhāvetha paṇḍito

Okā anokamāgamma

Viveke yattha dūramaṁ


Tatrābhiratimicheyya

Hitvā kāme akiñcano

Pariyodapeyya attānaṁ

Cittaklesehi paṇḍito


Yesaṁ sambodhiyaṅgesu

Sammā cittaṁ subhāvitaṁ

ādānapaṭinissagge

Anupādāya ye ratā

Khīṇāsavā jutimanto

Te loke parinibbutā ‘ti




Pada saat ia yang bijaksana melihat dengan jelas,

bahwa segala yang berbentuk adalah tidak kekal adanya;

disaat itu, ia akan mengalami kejenuhan terhadap derita. 

Inilah jalan menuju kesucian


Pada saat ia yang bijaksana melihat dengan jelas,

bahwa segala yang berbentuk adalah dukkha;

disaat itu, ia akan mengalami kejenuhan terhadap derita. 

Inilah jalan menuju kesucian


Pada saat ia yang bijaksana melihat dengan jelas,

bahwa segala sesuatu adalah anatta ( tanpa diri);

disaat itu, ia akan mengalami kejenuhan terhadap derita. Inilah jalan menuju kesucian


Di antara banyak manusia, hanya sedikit

Yang sampai di pantai seberang

Sebagian besar manusia hilir mudik

Terus menerus di pantai sebelah sini.


Yang telah diuraikan dengan sempurna

Adalah Dhamma, bertindaklah sesuai Dhamma

Yang mengantarkan ke pantai seberang

Keluar dari alam kematian yang sulit dihindari


Dengan Dhamma, orang bijaksana mengatasi kegelapan

Mengembangkan kebahagiaan dalam kesendirian

Hidup tanpa melekat pada keluarga 

Menikmati hidup dalam kesunyian.


Setelah meninggalkan kesenangan indrawi, tidak melekat, dan mendambakan kebahagian tanpa kemelekatan nan sulit;

Orang bijaksana menjernihkan diri dari kilesa.


Ia yang mengembangkan batin dengan benar dalam bojjhanga. Ia yang tak melekat, senang dalam melepas

kemelekatan, adalah seorang khīṇāsava, 

Batinnya bebas dan bersinar terang;

Ia mencapai Nibbana dalam kehidupan ini.

Avijjāpaccayā saṅkhārā, 

Saṅkhārāpaccayā viññāṇaṁ,

Viññāṇapaccayā nāmarūpaṁ, 

Nāmarūpapaccayā saḷāyatanaṁ, 

Saḷāyatanapaccayā phasso, 

Phassapaccayā vedanā, 

Vedanāpaccayā taṇhā, 

Taṇhāpaccayā upādānaṁ, 

Upādānapaccayā bhavo, 

Bhavapaccayā jāti, 

Jātipaccayājarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā sambhavanti, 

Evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa

Samudayo hoti.


Avijjāyatveva asesavirāganirodhā saṅkhāranirodho,

Saṅkhāranirodhā viññāṇanirodho, 

Viññāṇanirodhā nāmarūpanirodho, 

Nāmarūpanirodhā salāyatananirodho, 

Salāyatananirodhā phassanirodho, 

Phassanirodhā vedanānirodho, 

Vedanānirodhā taṇhānirodho, 

Taṇhānirodhā upādānanirodho, 

Upādānanirodhā bhavanirodho, 

Bhavanirodhā jātinirodho, 

Jātinirodhā jarāmaraṇaṁsokaparidevadukkhadomanassupāyāsā nirujjhanti.

Evametassa kevalassa dukkhakhandhassa, 

Nirodho hoti.




Dari ketidak tahuan muncullah faktor-faktor mental,

Dari faktor-faktor mental muncullah kesadaran,

Dari kesadaran muncullah batin dan jasmani,

Dari batin dan jasmani muncullah enam landasan indrera,

Dari enam landasan indrera muncullah kesan-kesan (kontak),

Dari kesan-kesan (kontak) muncullah perasaan,

Dari perasaan muncullah keinginan,

Dari keinginan muncullah kemelekatan,

Dari kemelekatan muncullah penjelmaan,

Dari penjelmaan muncullah kelahiran,

Dari kelahiran muncullah penuaan dan kematian, kesedihan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

Demikianlah asal-mula dari semua penderitaan. 

Inilah sebab-akibat yang saling bergantungan.


Tetapi, dengan lenyapnya seluruh ketidak tahuan lenyap pula faktor-faktor mental,

Dengan lenyapnya faktor-faktor mental lenyap pula kesadaran,

Dengan lenyapnya kesadaran lenyap pula batin dan jasmani,

Dengan lenyapnya batin dan jasmani lenyap pula enam landasan indrera,

Dengan lenyapnya enam landasan indrera lenyap pula kesan-kesan (kontak),

Dengan lenyapnya kesan-kesan (kontak) lenyap pula perasaan,

Dengan lenyapnya perasaan lenyap pula keinginan,

Dengan lenyapnya keinginan lenyap pula kemelekatan,

Dengan lenyapnya kemelekatan lenyap pula penjelmaan,

Dengan lenyapnya penjelmaan lenyap pula kelahiran,

Dengan lenyapnya kelahiran lenyap pula penuaan dan kematian, kesedihan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

Demikianlah lenyapnya seluruh penderitaan.

Inilah penghentian.

Caram vā yadi vā tiṭṭhaṁ

Nisinno uda vā sayaṁ

Sammiñjeti pasāreti

Esā kāyassa iñjanā


Aṭṭhinahāru saṁyutto

Tacamaṁsāva lepano

Chaviyā kāyo paṭicchanno

Yathābhūtaṁ na dissati


Antapūro udarapūro

Yakapeḷassa vatthino

Hadayassa papphāsassa

Vakkassa pihakassa ca


Siṅghāṇikāya khelassa

Sedassa ca medassa ca

Lohitassa lasikāya

Pittassa ca vasāya ca


Athassa navahi sotehi

Asucī savati sabbadā

Akkhimhā akkhigūthako

Kaṇṇamhā kaṇṇagūthako


Siṅghāṇikā ca nāsato

Mukhena vamatekadā

Pittaṁ semha ca vamati

Kāyamhā sedajjallikā


Athassa susiraṁ sīsaṁ

Matthaluṅgassa pūritaṁ

Subhato naṁ maññatī bālo

Avijjāya purakkhato


Yadā ca so mato seti

Uddhumāto vinīlako

Apaviṭṭho susānasmiṁ

Anapekkhā honti ñātayo


Khādanti naṁ suvānā ca

Siṅgālā ca vakā kimī

Kākā gijjhā ca khādanti

Ye caññe santi paṇino


Sutvāna buddhavacanaṁ

Bhikkhu paññāṇavā idha

So kho naṁ parijānāti

Yathābhūtañhi passati


Yathā idaṁ tathā etaṁ

Yathā etaṁ tathā idaṁ

Ajjhattañca bahiddhā ca

Kāye chandaṁ virājaye


Chandarāgaviratto so

Bhikkhu paññāṇavā idha

Ajjhagā amataṁ santiṁ

Nibbāna padamaccutaṁ


Dipādakoyaṁ asuci

Duggandho parihārati

Nānākuṇapaparipūro

Vissavanto tato tato


Etādisena kāyena

Yo maññe uṇṇametave

Paraṁ vā avājaneyya

Kimaññatara adassanā ‘ti.




Berjalan atau berdiri 

Duduk atau berbaring

Menekuk atau meregangkan tubuh

Inilah gerakan tubuh


Tulang terhubung otot

Daging ditutupi kulit

Jasmani tertutup dengan rapi

Sehingga tidak terlihat hakikat sebenarnya


Usus dan lambung

Hati dan kandung kemih

Jantung dan paru-paru

Ginjal dan limpa kecil


Ingus dan air liur

Keringat dan getah bening

Darah dan cairan sendi

Empedu dan lemak 


Melalui sembilan lubang tubuh

Setiap saat kotoran mengalir keluar

Kotoran mata keluar melalui mata

Kotoran telinga keluar melalui telinga


Ingus mengalir melalui hidung

Adakalanya dari mulut

Dimuntahkan dahak dan cairan empedu 

Keringat keluar dari badan (kulit)


Kemudian, di dalam rongga kepala 

Terisi otak

Orang dungu karena ketidaktahuaannya

Menganggap jasmani ini indah


Jika seseorang mengalami kematian 

Jasadnya membengkak dan membiru

Kemudian diletakkan di kuburan

Kala itu tak ada lagi sanak keluarga yang mengingikannya


Mayat itu dimakan oleh anjing

Serigala, anjing hutan dan cacing-cacing

Burung gagak dan burung nasar 

Binatang-binatang lainnya


Di dunia ini, Bhikkhu yang bijaksana

Setelah mendengarkan Ajaran Buddha

Ia melihat tentang ketidak kekalan

Karena telah menemukan hakikat yang sebenarnya


Seperti ini (jasmani,) demikianlah itu (mayat)

Seperti itu (mayat), demikianlah ini (jasmani)

Bagian dalam dan bagian luar

Ia menghapus nafsu terhadap tubuhnya sendiri


Di dunia ini, Bhikkhu yang bijaksana

Ia yang tidak terikat dan melekat pada jasmani

Ia mencapai kebahagiaan tertinggi yang tanpa kematian

Ia mencapai Nibbāna setelah meninggal


Jasmani kotor yang berkaki dua

Yang membawa bau busuk

Penuh dengan kotoran

Yang keluar dari berbagai tempat


Demikianlah badan jasmani ini

Banyak orang menganggap tinggi dirinya

Karena ketidak tahuan

Memandang rendah orang lain

Tirokuddesu tiṭṭhanti

Sandhisiṅghāṭakesu ca

Dvārabāhāsu tiṭṭhanti

Āgantvāna sakaṁ gharaṁ


Pahūte annapānamhi

Khajjabhojje upaṭṭhite

Na tesaṁ koci sarati

Sattānaṁ kammapaccayā


Evaṁ dadanti ñātīnaṁ

Ye honti anukampakā

Suciṁ paṇitaṁ kālena

Kappiyaṁ pānabhojanaṁ

Idaṁ vo ñātinaṁ hotu

Sukhitā hontu ñātayo


Te ca tattha samāgantvā

Ñātipetā samāgatā

Pahūte annapānamhi

Sakkaccaṁ anumodare


Ciraṁ jīvantu no ñātī

Yesaṁ hetu labhāmase

Amhākañca katā pūjā

Dāyakā ca anipphalā


Na hi tattha kasi atthi

Gorakkhettha na vijjati,

Vaṇijjā tādisī natthi 

Hiraññena kayākkayaṁ

Ito dinnena yāpenti

Petā kālakatā tahiṁ


Uṇṇate udakaṁ vuṭṭhaṁ

Yathā ninnaṁ pavattati

Evameva ito dinnaṁ

Petānaṁ upakappati


Yathā vārivahā pūrā

Paripūrenti sāgaraṁ

Evameva ito dinnaṁ

Petānaṁ upakappati


Adāsi me akāsi me

Ñātimittā sakhā ca me

Petānaṁ dakkhiṇaṁ dajjā

Pubbe katamanussaraṁ


Na hi ruṇṇaṁ vā soko vā

Yā vaññā paridevanā

Na tāṁ petānamatthāya

Evaṁ tiṭṭhanti ñātayo


Ayañca kho dakkhiṇā dinnā 

Saṅghamhi supatiṭṭhitā

Dīgharattaṁ hitāyassa

Ṭhānaso upakappati


So ñātidhammo ca ayaṁ nidassito

Petāna pūjā ca katā uḷārā

Balañca bhikkhūnamanuppadinnaṁ

Tumhehi puññaṁ pasutaṁ anappakanti



Makhluk-makhluk peta memasuki pekarangan mereka 

Mereka berdiri di luar dinding (rumah)

Di setiap perempatan dan persimpangan jalan

Mereka berdiri di luar pintu (rumah)


Ketika beraneka ragam makanan dan minuman

Serta makanan padat lainnya dihidangkan

Tiada satupun orang yang ingat kepada mereka,

Karena karma masa lampau mereka sebagai penyebab


Di sini, mereka yang berwelas asih, 

mereka mempersembahkan minuman dan makanan yang baik.

Semoga timbunan kebajikan ini melimpah pada sanak keluarga

Semoga mereka berbahagia


Dan setelah mereka berkumpul disana

Para sanak keluarga yang telah meninggalpun berkumpul

Makanan dan minuman yang berlimpah 

Mereka persembahkan dengan kerendahan hati


Tiada sanak keluarga yang hidup dalam waktu lama

Semua tergantung hasil perbuatannya

Kami melakukan peresembahan

Tiada pemberian yang sia-sia


Tidak ada yang membajak disana (di alam peta) 

Tidak ada yang pergi menggembalakan sapi

Tak seorangpun berdagang

Tidak ada jual beli emas

Maka dengan persembahan makanan dari sini

Kepada arwah-arwah yang menderita 


Bagaikan air hujan turun dari ketinggian

Mengalir menuju ke daratan yang rendah

Demikian pula dengan yang diberikan disini 

Akan memberikan manfaat kepada para arwah yang menderita


Seperti air sungai yang melimpah

Yang airnya memenuhi samudera

Demikian pula dengan yang diberikan disini 

Akan memberikan manfaat kepada para arwah yang menderita


Seperti yang telah diberikan kepada aku, seperti yang telah dilakukan kepada aku

Para sahabat dan sanak saudara ku

Berikanlah persembahan kepada arwah yang menderita

Seperti yang telah mereka lakukan di masa lampau


Bukan dengan tangisan, bukan dengan kesedihan

Juga bukan dengan ratapan lainnya

Bukan dengan hal-hal tak bermanfaat bagi arwah penasaran

Demikianlah sanak saudara meninggalkan hal-hal ini


Persembahan yang telah Ia persembahkan

Dengan teguh menyokong Saṅgha

Ia memperoleh kesejahteraan dalam waktu yang lama

Akan memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan


Mereka melakukan tugasnya sebagai sanak keluarga

Melakukan pelimpahan kebajikan dengan cara mulia

Dengan segenap tenaga melakukan persembahan kepada para bhikkhu

Demikianlah kebajikan luar biasa yang hendanya Anda lakukan

Sabbāvamaṅgala muppadava dunnimittaṁ

Sabbītiroga gahadosa masesanindā

Sabbantarāyabhaya dussupinaṁ akantaṁ

Buddhānubhāva pavarena payātu nasaṁ


Sabbāvamaṅgala muppadava dunnimittaṁ

Sabbītiroga gahadosa masesanindā

Sabbantarāyabhaya dussupinaṁ akantaṁ

Dhammānubhāva pavarena payātu nasaṁ


Sabbāvamaṅgala muppadava dunnimittaṁ

Sabbītiroga gahadosa masesanindā

Sabbantarāyabhaya dussupinaṁ akantaṁ

Saṅghānubhāva pavarena payātu nasaṁ




Semoga semua kemalangan, kesulitan dan tanda-tanda jelek

Semua penyakit, pengaruh jahat dan kegagalan

Semua bahaya, ketakutan, mimpi buruk yang tidak menyenangkan

Semoga berkat kekuatan Buddha semua lenyap adanya


Semoga semua kemalangan, kesulitan dan tanda-tanda jelek

Semua penyakit, pengaruh jahat dan kegagalan

Semua bahaya, ketakutan, mimpi buruk yang tidak menyenangkan

Semoga berkat kekuatan Dhamma semua lenyap adanya


Semoga semua kemalangan, kesulitan dan tanda-tanda jelek

Semua penyakit, pengaruh jahat dan kegagalan

Semua bahaya, ketakutan, mimpi buruk yang tidak menyenangkan

Semoga berkat kekuatan Saṅgha semua lenyap adanya

Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbabuddhānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbadhammānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbasaṅghānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Semoga semua memperoleh berkah 

Semoga para dewa melindungi 

Berkat kekuatan semua Buddha

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda


Semoga semua memperoleh berkah 

Semoga para dewa melindungi 

Berkat kekuatan semua Dhamma

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda


Semoga semua memperoleh berkah 

Semoga para dewa melindungi 

Berkat kekuatan semua Saṅgha

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda

Aniccā vata saṅkhārā

Uppādavaya dhammino

Uppajjitvā nirujjhanti

Tesaṁ vūpasamo sukho


Aciraṁ vata ayaṁ kāyo

Pathaviṁ adhi sessati

Chuddho apeta viññano

Niratthaṁ va kaliṅgaraṁ


Anabbhito tato āga

Ananuññāto ito gato

Yathāgato tathāgato

Kā tattha paridevanā


Puttā matthi dhanaṁ-atthi

Iti bālo vihaññati

Attāhi attano natthi

Kuto puttā kuto dhanaṁ




Semua bentukan adalah tidak kekal

Bersifat timbul dan tenggelam

Setelah timbul akan lenyap 

Ketenangannya (bentukan) sungguh membahagiakan


Tidak lama lagi jasmani ini

Akan terbaring di atas tanah

Dibiarkan, tanpa kesadaran

Seperti batang kayu yang tak berguna


Ia datang dari sana tanpa undangan

Ia telah pergi dari sini tanpa izin

Sebagaimana Ia datang, demikianlah Ia pergi

Maka tak ada gunanya ratapan tangis di sini


Anak-anak ini milikku, kekayaan ini milikku

Demikianlah pikiran orang bodoh

Apabila dirinya sendiri sebenarnya bukan merupakan miliknya

Bagaimana mungkin anak dan kekayaan itu menjadi miliknya

Aniccā vata saṅkhārā

Uppādavaya dhammino

Uppajjitvā nirujjhanti

Tesaṁ vūpasamo sukho


Sabbe sattā maranti ca

Mariṁsu ca marissare

Tathevāhaṁ marissāmi

Natthi me ettha saṁsayo




Semua bentukan adalah tidak kekal

Bersifat timbul dan tenggelam

Setelah timbul akan lenyap 

Ketenangannya (bentukan) sungguh membahagiakan


Semua makhluk akan mengalami kematian

Mereka telah berkali-kali mengalami kematian, dan terus mengalaminya

Begitu pula saya, juga pasti mengalami kematian 

Tiada keragu-raguan tentang hal ini dalam diriku

Ettāvatā ca amhehi

Sambhataṁ puññasampadaṁ

Sabbe devānumodantu

Sabbasampattisiddhiyā


Ettāvatā ca amhehi

Sambhataṁ puññasampadaṁ

Sabbe bhūtānumodantu

Sabbasampattisiddhiyā


Ettāvatā ca amhehi

Sambhataṁ puññasampadaṁ

Sabbe sattānumodantu

Sabbasampattisiddhiyā


Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā

Devā nāgā mahiddhikā

Puññaṁ taṁ anumoditvā

Ciraṁ rakkhantu ……… (Sebutkan nama almarhum/ah)


Idaṁ vo ñātinaṁ hotu

Sukhitā hontu ñātayo

Idaṁ vo ñātinaṁ hotu

Sukhitā hontu ñātayo 

Idaṁ vo ñātinaṁ hotu

Sukhitā hontu ñātayo


Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā

Devā nāgā mahiddhikā

Puññaṁ taṁ anumoditvā

Ciraṁ rakkhantu tvaṁ sadā ‘ti




Atas semua timbunan kebajikan

Yang telah kami kumpulkan

Semoga semua dewa turut bergembira

Demi kebahagiaan dan keberhasilan


Atas semua timbunan kebajikan

Yang telah kami kumpulkan

Semoga semua makhluk halus turut bergembira

Demi kebahagiaan dan keberhasilan


Atas semua timbunan kebajikan

Yang telah kami kumpulkan

Semoga semua makhluk hidup turut bergembira

Demi kebahagiaan dan keberhasilan


Semoga semua makhluk di angkasa dan di bumi

Para dewa dan naga yang perkasa

Turut bergembira atas timbunan kebajikan ini

Dan selalu melindungi Almarhum/ah ……….


Semoga timbunan kebajikan ini melimpah pada sanak keluarga

Semoga mereka berbahagia

Semoga timbunan kebajikan ini melimpah pada sanak keluarga

Semoga mereka berbahagia

Semoga timbunan kebajikan ini melimpah pada sanak keluarga

Semoga mereka berbahagia


Semoga semua makhluk di angkasa dan di bumi

Para dewa dan naga yang perkasa

Turut bergembira atas timbunan kebajikan ini

Dan selalu melindungi kita semua.

Puññassidāni katassa

Yānaññāni katāni me

Tesañca bhāgino hontu

Sattānantāppamāṇakā


Ye piyā guṇavantā ca

Mayhaṁ mātāpitādayo

Diṭṭhā me cāpyadiṭṭhā vā

Aññe majjhattaverino


Sattā tiṭṭhanti lokasmiṁ

Tebhummā catuyonikā 

Pañcekacatuvokārā

Saṁsarantā bhavābhave


Ñātaṁ ye pattidānamme

Anumodantu te sayaṁ

Ye cimaṁ nappajānanti

Devā tesaṁ nivedayuṁ


Mayā dinnāna puññānaṁ

Anumodanahetunā

Sabbe sattā sadā hontu

Averā sukhajīvino

Khemappadañca pappontu

Tesāsā sijjhataṁ subhā




Semoga jasa-jasa yang kuperbuat

Kini atau di waktu lain

Diterima oleh semua makhluk di sini

Tak terbatas, tak ternilai


Kepada mereka yang kukasihi serta berbudi luhur

Seperti ayah dan ibu

Kepada makhluk yang terlihat dan yang tidak terlihat

Yang bersikap netral atau bermusuhan


Makhluk-makhluk yang berada di alam semesta

Di tiga alam, empat jenis kelahiran

Terdiri dari lima, satu, atau empat bagian

Mengembara di alam-alam besar kecil


Semoga dengan persembahan jasaku ini

Setelah mengetahui, mereka bergembira

Dan kepada mereka yang tak mengetahui

Semoga para dewa memberitakannya


Berkat jasa-jasa yang kupersembahkan ini

Yang membawa kegembiraan

Semoga semua makhluk selamanya

Hidup bahagia, bebas dari kebencian

Semoga mereka mendapatkan jalan kedamaian

Semoga cita-cita luhur mereka tercapai.

Share:

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS