Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Paritta

Cari

Paritta Mangala

Samantā cakkavāḷesu atrāgacchantu devatā, 

saddhammaṁ munirājassa suṇantu saggamokkhadaṁ, 

sagge kāme ca rūpe girisikharataṭe cantalikkhe vimāne, 

dīpe raṭṭhe ca gāme taruvanagahane gehavatthumhi khette, 

bhummā cāyantu devā jalathalavisame yakkhagandhabbanāgā, 

tiṭṭhantā santike yaṁ munivara vacanaṁ sādhavo me suṇantu.


Dhammassavanakālo ayambhadantā (3x)


Apabila dibacakan di Vihara:


Buddhadassanakālo ayambhadantā

Dhammassavanakālo ayambhadantā

Saṅghapayirupāssanakālo ayambhadantā




Semoga semua dewa di alam semesta hadir di sini, 

mendengarkan Dhamma Sang Buddha nan Agung dan Bijaksana, 

yang membimbing  ke surga dan ke kebebasan. 

Datanglah para dewa yang bersemayam di surga dan di alam brahma, 

di puncak-puncak gunung, di angkasa raya, di pulau-pulau, 

di desa-desa dan kota, di hutan belukar, di sekeliling rumah dan ladang; 

juga para yakkha, gandhabba, dan naga yang bersemayam di perairan, daratan, ataupun di perbukitan.  

Datanglah bersama-sama untuk mendengarkan sabda Sang Buddha,  Sang Bijaksana sebagai berikut.


Sekarang tiba saatnya mendengarkan Dhamma (3x)


Sekarang tiba saatnya melihat Buddha

Sekarang tiba saatnya mendengarkan Dhamma

Sekarang tiba saatnya menghormat Saṅgha

Namo Sanghyang Ādi Buddhaya (3 X)

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa (3 X)

Namo Sabbe Bodhisattāya-Mahasattāya (3 X)


Terpujilah Sanghyang Adi Buddha, Tuhan Yang Maha Esa

Terpujilah Bhagavā, Yang Maha Suci yang telah mencapai Penerangan Sempurna

Terpujilah Para Bodhisatta – Mahasatta

Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi


Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi


Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi

Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi


Aku berlindung kepada Buddha

Aku berlindung kepada Dhamma

Aku berlindung kepada Saṅgha 


Untuk kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha

Untuk kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma

Untuk kedua kalinya aku berlindung kepada Saṅgha 


Untuk ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha

Untuk ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma

Untuk ketiga kalinya aku berlindung kepada Saṅgha

Yo cakkhumā mohamalāpakaṭṭho

Sāmaṁva buddho sugato vimutto

Mārassa pāsā vinimocayanto

Pāpesi khemaṁ janataṁ vineyyaṁ

Buddhaṁ varantaṁ sirasā namāmi

Lokassa nāthañca vināyakañca

Tantejasā te jayasiddhi hotu

Sabbantarāyā ca vināsamentu


Dhammo dhajo yo viya tassa satthu

Dassesi lokassa visuddhimaggaṁ

Niyyāniko dhammadharassa dhārī

Sātāvaho santikaro suciṇṇo

Dhammaṁ varantaṁ sirasā namāmi

Mohappadālaṁ upasantadāhaṁ

Tantejasā te jayasiddhi hotu

Sabbantarāyā ca vināsamentu


Saddhammasenā sugatānugo yo

Lokassa pāpūpakilesajetā

Santo sayaṁ santiniyojako ca

Svākkhātadhammaṁ viditaṁ karoti

Saṅghaṁ varantaṁ sirasā namāmi

Buddhānubuddhaṁ samasīladiṭṭhiṁ

Tantejasā te jayasiddhi hotu

Sabbantarāyā ca vināsamentu


Sang Penglihat yang telah melenyapkan kebodohan

Sang Buddha, Sugata, yang telah bebas

Ia telah terbebas dari jeratan Mara 

Ia membimbing orang banyak menuju kedamaian

Aku bersujud kepada Buddha nan Mulia

Sang Pelindung dan Pembimbing Dunia.

Berkat kekuatan ini, semoga Anda mendapat kejayaan

Dan semua bahaya lenyap adanya.


Dhamma bagaikan panji Sang Guru

Menunjukkan jalan kesucian kepada dunia,

pengantar ke kebebasan, pelindung pelaksana Dhamma; bila dilaksanakan, mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian.

Aku bersujud kepada Dhamma nan Mulia

Pelenyap kebodohan, penakluk kobaran nafsu,

Berkat kekuatan ini, semoga Anda mendapat kejayaan Dan semua bahaya lenyap adanya.


Sangha, laskar Dhamma, siswa Sang Sugata

Sang penakluk kekotoran batin dan kejahatan di dunia. 

Mereka sendiri telah damai dan membimbing orang ke kedamaian.

Aku bersujud kepada Sangha nan Mulia,

 yang telah mencapai penerangan setelah Sang Buddha,

yang setaraf sila dan pandangan-Nya.

Berkat kekuatan ini, semoga Anda mendapat kejayaan

Dan semua bahaya lenyap adanya.

Namo arahato sammāsambuddhassa mahesino

Namo uttama-dhammassa svākkhātasseva tenidha

Namo mahā-saṅghassāpi visuddha-sīla-diṭṭhino

Namo omātyāraddhassa ratanattayassa sādhukaṁ

Namo omakātītassa tassa vatthuttayassapi

Namo kārāppabhāvena vigacchantu upaddavā

Namo kārānubhāvena suvatthi hotu sabbadā

Namo kārassa tejena vidhimhi homi tejavā


Sujudku pada Yang Maha Suci yang telah mencapai penerangan dan kebijaksanaan Agung

Sujudku pada Dhamma nan Agung, yang telah dibabarkan dengan sempurna

Sujudku pada Maha Saṅgha nan Agung dan berpandangan suci

Sujudku pada Ti-ratana  dimulai dengan kata “Aum” untuk memperoleh berkah

Sujudku dimulai dengan kata “Aum” untuk bebas dari rintangan

Dengan kekuatan sujudku ini, semoga semua kemalangan lenyap

Dengan kekuatan sujudku ini, semoga semuanya sejahtera

Dengan sujudku yang lengkap ini, semoga saya memperoleh kesuksesan.

Mahākāruṇiko nātho

Atthāya sabbapāṇinaṁ

Pūretvā pāramī sabbā

Patto sambodhimuttamaṁ

Etena saccavajjena

Mā hontu sabbupaddavā


Mahākāruṇiko nātho

Hitāya sabbapāṇinaṁ

Pūretvā pāramī sabbā

Patto sambodhimuttamaṁ

Etena saccavajena

Mā hontu sabbupaddavā


Mahākāruṇiko nātho

Sukhāya sabbapāṇinaṁ

Pūretvā pāramī sabbā

Patto sambodhimuttamaṁ

Etena saccavajjena

Mā hontu sabbupaddavā


Sang Pelindung yang maha welas asih,

Setelah menyempurnakan semua pāramita,

Mencapai Bodhi atas usahaNya sendiri

Untuk kesejahteraan semua makhluk.

Berkat pernyataan kebenaran  ini

Semoga semua musibah lenyap adanya.


Pelindung yang maha welas asih

Setelah menyempurnakan semua pāramita,

Mencapai Bodhi atas usahaNya sendiri

Untuk manfaat semua makhluk.

Berkat pernyataan kebenaran  ini

Semoga semua musibah lenyap adanya.


Pelindung yang maha welas asih

Setelah menyempurnakan semua pāramita,

Mencapai Bodhi atas usahaNya sendiri

Untuk kebahagiaan semua makhluk.

Berkat pernyataan kebenaran ini

Semoga semua musibah lenyap adanya.

Natthi me saraṇaṁ aññaṁ

Buddho me saraṇaṁ varaṁ

Etena saccavajena

Sotthi te hotu sabbadā


Natthi me saraṇaṁ aññaṁ

Dhammo me saraṇaṁ varaṁ

Etena saccavajena

Sotthi te hotu sabbadā


Natthi me saraṇaṁ aññaṁ

Saṅgho me saraṇaṁ varaṁ

Etena saccavajena

Sotthi te hotu sabbadā


Tiada perlindungan lain bagiku

Sang Buddha-lah sesungguhnya pelindungku

Berkat pernyataan kebenaran ini

Semoga Anda selamat sejahtera


Tiada perlindungan lain bagikum

Dhamma-lah sesungguhnya pelindungku

Berkat pernyataan kebenaran ini

Semoga Anda selamat sejahtera


Tiada perlindungan lain bagiku

Sangha-lah sesungguhnya pelindungku

Berkat pernyataan kebenaran ini

Semoga Anda selamat sejahtera

Evamme sutaṁ,

Ekaṁ samayaṁ bhagavā,

Sāvatthiyaṁ viharati,

Jetavane anāthapiṇḍikassa, ārāme.


Atha kho aññatarā devatā, abhikkantāya rattiyā abhikkantavaṇṇā kevalakappaṁ jetavanaṁ obhāsetva.

Yena bhagavā tenupasaṅkami;

upasaṅkamitvā bhagavantaṁ abhivādetvā

ekamantaṁ aṭṭhāsi, ekamantaṁ ṭhitā kho sa

devatā bhagavantaṁ gāthāya ajjhabhāsi:


Bahū devā manussā ca

Maṅgalāni acintayuṁ

Ākaṅkhamānā sotthānaṁ

Brūhi maṅgalamuttamaṁ


Asevanā ca bālānaṁ

Paṇḍitanañca sevanā

Pūjā ca pūjanīyānaṁ

Etammaṅgalamuttamaṁ


Paṭirūpadesavāso ca

Pubbe ca katapuññatā

Attasammāpaṇidhi ca

Etammaṅgalamuttamaṁ


Bāhusaccañca sippañca

Vinayo ca susikkhito

Subhāsitā ca yā vācā

Etammaṅgalamuttamaṁ


Mātāpituupaṭṭhānaṁ

Puttadārassa saṅgaho

Anākulā ca kammantā

Etammaṅgalamuttamaṁ


Dānañca dhammacariyā ca

Ñātakānañca saṅgaho

Anavajjāni kammāni

Etammaṅgalamuttamaṁ


Āratī viratī pāpā

Majjapānā ca saññamo

Appamādo ca dhammesu

Etammaṅgalamuttamaṁ


Gāravo ca nivāto ca

Santuṭṭhī ca kataññutā

Kālena dhammassavanaṁ

Etammaṅgalamuttamaṁ


Khantī ca sovacassatā

Samaṇānañca dassanaṁ

Kālena dhammasākacchā

Etammaṅgalamuttamaṁ


Tapo ca brahmacariyañca

Ariyasaccāna dassanaṁ

Nibbānasacchikiriyā ca

Etammaṅgalamuttamaṁ


Phuṭṭhassa lokadhammehi

Cittaṁ yassa na kampati

Asokaṁ virajaṁ khemaṁ

Etaṁmaṅgalamuttamaṁ


Etādisāni katvāna

Sabbatthamaparājitā

Sabbattha sotthiṁ gacchanti

Tantesaṁ maṅgalamuttaman ‘ti.


Demikianlah yang telah kudengar,

Pada suatu ketika Sang Bhagavā berdiam di Vihāra Jetavana, ārāma milik hartawan Anāthapindika, di dekat kota Sāvatthī.

Pada saat itu datanglah sesosok dewa ketika hari menjelang pagi, dengan cahaya yang cemerlang menerangi seluruh Jetavana.

Ia menghampiri seraya memberi penghormatan kepada Sang Bhagavā, lalu berdiri di satu sisi. Sambil berdiri di satu sisi, dewa itu memohon kepada Sang Bhagavā dengan  syair berikut ini:


Banyak dewa dan manusia

Berselisih paham tentang Berkah

Yang diharap membawa keselamatan,

Terangkanlah, apa berkah utama itu.


Tak bergaul dengan oran-orang yang dungu,

Bergaul dengan mereka yang bijaksana,

Menghormat mereka yang patut dihormati,

Itulah berkah utama.


Hidup di tempat yang sesuai,

Memiliki timbunan kebajikan pada kehidupan lampau,

Menuntun diri ke arah yang benar,

Itulah berkah utama.


Memiliki pengetahuan dan keterampilan,

Terlatih baik dalam tata susila,

Santun dalam berucap,

Itulah berkah utama.


Membantu ayah dan ibu,

Menyokong anak dan istri,

Bekerja bebas dari pertentangan,

Itulah berkah utama.


Berdana dan hidup sesuai dengan Dhamma,

Menolong sanak keluarga,

Bekerja tanpa cela,

Itulah berkah utama.


Menjauhi, tak melakukan kejahatan

Menghindari minuman keras,

Tekun melaksanakan Dhamma,

Itulah berkah utama.


Selalu hormat dan rendah hati,

Merasa puas dan tahu berterima kasih,

Mendengarkan Dhamma pada saat yang sesuai,

Itulah berkah utama.


Sabar, rendah hati bila diperingatkan,

Mengunjungi para pertapa,

Membahas Dhamma pada saat yang sesuai,

Itulah berkah utama.


Bersemangat dan menjalankan hidup suci,

Menembus Empat Kebenaran Mulia,

Serta mencapai Nibbāna,

Itulah berkah utama.


Meski tergoda oleh hal-hal duniawi,

Namun batin tak tergoyahkan,

Tiada kesedihan, tanpa noda, penuh damai,

Itulah Berkah utama.


Setelah melaksanakan hal-hal ini,

Para dewa dan manusia tak terkalahkan dimanapun juga,

Meraka pergi dengan penuh kesejahteraan,

Itulah Berkah utama.

Yānīdha bhutāni samāgatāni

Bhummāni vā yāniva antalikkhe,

Sabbeva bhūtā sumanā bhavantu.

Athopi sakkacca suṇantu bhāsitaṁ.


Tasmā hi bhūtā nisāmetha sabbe

Mettaṁ karotha mānusiyā pajāya

Divā ca ratto ca haranti ye baliṁ

Tasmā hi ne rakkhatha appamattā


Yaṅkiñci vittaṁ idha vā huraṁ vā

Saggesu vā yaṁ ratanaṁ paṇītaṁ

Na no samaṁ atthi tathāgatena

Idampi buddhe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Khayaṁ virāgaṁ amataṁ paṇītaṁ

Yadajjhagā sakyamunī samāhito

Na tena dhammena samatthi kiñci

Idampi dhamme ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Yambuddhaseṭṭho parivaṇṇayī suciṁ

Samādhimānantarikaññamāhu

Samādhinā tena samo na vijjati

Idampi dhamme ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Ye puggalā aṭṭha sataṁ pasatthā

Cattāri etāni yugāni honti

Te dakkhineyyā sugatassa sāvakā

Etesu dinnāni mahapphalāni

Idampi saṅghe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Ye suppayuttā manasā daḷhena

Nikkāmino gotamasāsanamhi

Te pattipattā amataṁ vigayha

Laddhā mudhā nibbutiṁ bhuñjamānā

Idampi saṅghe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Yathindakhīlo paṭhaviṁ sito siyā

Catubbhi vātebhi asampakampiyo

Tathūpamaṁ sappurisaṁ vadāmi

Yo ariyasaccāni avecca passati

Idampi saṅghe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Ye ariyasaccāni vibhāvayanti

Gambhīrapaññena sudesitāni

Kiñcāpi te honti bhusappamattā

Na te bhavaṁ aṭṭhamamādiyanti

Idampi saṅghe ratanaṁ paṇītaṁ 

Etena saccena suvatthi hotu


Sahāvassa dassanasampadāya

Tayassu dhammā jahitā bhavanti

Sakkāyadiṭṭhi vicikicchitañca

Sīlabbataṁ vāpi yadatthi kiñci

Catūhapāyehi ca vippamutto

Cha cābhiṭhānāni abhabbo kātuṁ

Idampi saṅghe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Kiñcāpi so kammaṁ karoti pāpakaṁ

Kāyena vācāuda cetasā vā

Abhabbo so tassa paṭicchadāya

Abhabbatā diṭṭhapadassa vuttā 

Idampi saṅghe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Vanappagumbe yathā phussitagge

Gimhānamāse paṭhamasmiṁ gimhe

Tathūpamaṁ dhammavaraṁ adesayi

Nibbānagāmiṁ paramaṁ hitāya

Idampi buddhe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Varo varaññū varado varāharo

Anuttaro dhammavaraṁ adesayi

Idampi buddhe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Khīṇaṁ purāṇaṁ navaṁ natthi sambhavaṁ

Virattacittāyatike bhavasmiṁ

Te khīṇabījā aviruḷhichandā

Nibbanti dhīrā yathāyampadīpo

Idampi saṅghe ratanaṁ paṇītaṁ

Etena saccena suvatthi hotu


Yānīdha bhūtāni samāgatāni

Bhummāni vā yāniva antalikkhe

Tathāgataṁ devamanussapūjitaṁ

Buddhaṁ namassāma suvatthi hotu


Yānīdha bhūtāni samāgatāni

Bhummāni vā yāniva antalikkhe

Tathāgataṁ devamanussapūjitaṁ

Dhammaṁ namassāma suvatthi hotu


Yānīdha bhūtāni samāgatāni

Bhummāni vā yāniva antalikkhe

Tathāgataṁ devamanussapūjitaṁ

Saṅghaṁ namassāma suvatthi hotu


Makhluk apapun juga yang berkumpul disini

Baik dari bumi, maupun di angkasa,

Semoga semuanya bersukacita

Kini, dengarkanlah dengan sungguh-sungguh Ajaran ini


Duhai para makhluk, perhatikanlah!

Perlakukanlah semua manusia dengan cinta kasih!

Lindungilah mereka dengan tekun

Sebagaimana mereka mempersembahkan sesajian siang dan malam


Harta apapun juga yang terdapat disini atau di alam lain

Atau mustika tak ternilai apapun juga di alam surga

Tiada satupun yang menyamai Tathāgata

Inilah, mustika gemilang Sang Buddha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Yang terunggul,yang terbebas dari kematian, terbebas dari nafsu secara total

Sakyamuni telah mencapinya melalui ketenangan (samādhi benar),

Tiada apapun yang dapat menyamai Dhamma 

Inilah, mustika gemilang Dhamma

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Samādhi (meditasi) benar yang dipuji oleh Sang  Buddha

Samādhi yang dapat memberikan hasil secara langsung

Tiada satupun yang dapat menyamai samādhi 

Inilah, mustika gemilang Dhamma

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Delapan makhluk suci yang dipuji oleh para bijaksana

Terdiri dari empat pasang makhluk

Siswa-siswa Sugata yang patut menerima persembahan

Persembahan kepada mereka, menghasilkan pahala besar

Inilah, mustika gemilang Saṅgha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Mereka yang tenang yang kukuh dalam pikiran

Ajaran Buddha Gotama yang membebaskan seseorang dari nafsu

Mereka telah bebas dari kematian, telah mencapai yang harus dicapai

Inilah, mustika gemilang Saṅgha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan 


Bagaikan sebuah menara pintu kota tertanam kokoh di bumi

Tak tergoyahkan oleh angin dari empat penjuru

Orang bijak yang senantiasa menyatakan kebenaran

Demikianlah orang bijaksana yang telah menembus Empat Kebenaran Mulia

Inilah, mustika gemilang Saṅgha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Mereka yang telah menembus Empat Kebenaran Mulia

Yang dibabarkan dengan jelas oleh Yang Maha Bijaksana

Sekalipun mendapat godaan, mereka tidak akan lahir sampai delapan kali

Inilah, mustika gemilang Saṅgha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Yang telah menembus kebahagiaan

Dengan ajaran kebenaran, mereka meninggalkan tiga belenggu, yaitu

Kepercayaan tentang adaya diri yang kekal, keragu-raguan

Kepercayaan mengenai upacara untuk menjadi suci seperti dengan cara berendam di air

Ia telah bebas dari empat alam yang menyedihkan

Serta tak mungkin melakukan enam kejahatan berat

Inilah, mustika gemilang Saṅgha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan  


Meskipun Ia masih dapat melakukan perbutan buruk

Melalui pikiran, ucapan ataupun badan jasmani

Ia tidak mungkin menyembunyikannya

Tidak ada perbuatan buruk yang dapat ditutupi

Inilah, mustika gemilang Saṅgha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh 

Seperti pohon tinggi di hutan yang rimbun kesejahteraan 


Seperti suhu panas pertama di musim panas

Demikianlah Ajaran nan Agung dibabarkan

Nibbāna adalah kesejahteraan tertinggi

Inilah, mustika gemilang Sang Buddha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Yang Maha Mulia, yang tiada taranya dalam mengajarkan Dhamma nan Mulia, Pembimbing nan Mulia

telah membabarkan Dhamma yang tiada taranya

Inilah, mustika gemilang Buddha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Yang lampau telah musnah, tiada penjelmaan baru

Pikiran mereka telah bebas dari kelahiran kembali

Para bijaksana telah memusnahkan benih-benih penjelmaan

Para bijaksana memadamkan nafsu bagaikan lampu ini

Inilah, mustika gemilang Saṅgha

Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan


Makhluk apapun juga yang berada di sini

Baik yang berada di bumi ataupun di angkasa 

Marilah bersama-sama  menghormat Sang Buddha

Tathāgata, yang dipuja oleh para dewa dan manusia

Semoga memperoleh kesejahteraan


Makhluk apapun juga yang berada di sini

Baik yang berada di bumi ataupun di angkasa 

Marilah bersama-sama menghormat Dhamma

Tathāgata, yang dipuja oleh para dewa dan manusia

Semoga memperoleh kesejahteraan


Makhluk apapun juga yang berada di sini

Baik yang berada di bumi ataupun di angkasa

Marilah bersama-sama  menghormat Sangha

Tathāgata, yang dipuja para dewa dan manusia    

Semoga memperoleh kesejahteraan

Karaṇīyamatthakusalena,

Yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca.

Sakko ujū ca suhujū ca,

Suvaco cassa mudu anatimānī.


Santussako ca subharo ca,

Appakicco ca sallahukavutti.

Santindriyo ca nipako ca,

Appagabbho kulesu ananugiddho.


Na ca khuddaṁ samācare kiñci,

Yena viññū pare upavadeyyuṁ.

Sukhino vā khemino hontu,

Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.


Ye keci pāṇabhūtatthi,

Tasā vā thāvarā vā anavasesā.

Dīghā vā ye mahantā vā,

Majjhimā rassakā anukathūla.


Diṭṭhā vā ye va adiṭṭhā,

Ye ca dūre vasanti avidūre.

Bhūtā vā sambhavesī vā,

Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.


Na paro paraṁ nikubbetha,

Nātimaññetha katthaci naṁ kiñci.

Byārosanā patīghasaññā,

Nāññamaññassa dukkhamiccheyya.


Mātā yathā niyaṁ puttaṁ,

Āyusā ekaputtamanurakkhe.

Evampi sabbabhūtesu,

Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ.


Mettañca sabbalokasmiṁ,

Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ.

Uddhaṁ adho ca tiriyañca,

Asambādhaṁ averaṁ asapattaṁ.


Tiṭṭhañcaraṁ nisinno vā,

Sayāno vā yāvatassa vigatamiddho.

Etaṁ satiṁ adhiṭṭheyya,

Brahmametaṁ vihāram idhamāhu.


Diṭṭhiñca anupagamma,

Sīlavā dassanena sampanno.

Kāmesu vineyya gedhaṁ,

Nahi jātu gabbhaseyyaṁ punaretī ‘ti.


Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan.

Untuk mencapai kedamaian,

Ia harus mampu, jujur, sungguh jujur,

Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong.


Merasa puas, mudah dilayani

Tiada sibuk, sederhana hidupnya,

Tenang inderanya, berhati-hati,

Tahu malu, tak melekat pada keluarga.


Tak berbuat kesalahan walaupun kecil

Yang dapat dicela oleh para bijaksana,

Hendaklah ia berpikir:

Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram,

Semoga semua makhluk berbahagia


Makhluk hidup apapun juga

Yang lemah dan kuat tanpa kecuali

Yang panjang atau besar

Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk.


Yang tampak atau tak tampak

Yang jauh atau pun dekat

Yang telah lahir ataupun yang akan lahir

Semoga semua makhluk berbahagia.


Jangan menipu orang lain,

Atau menghina siapa saja,

Jangan karena marah dan benci,

Mengharap orang lain celaka.


Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan jiwanya

Melindungi anaknya yang tunggal,

Demikianlah terhadap semua makhluk

Dipancarkannya pikiran (kasih sayangnya) tanpa batas.


Kasih sayangnya ke segenap alam semesta

Dipancarkannya pikirannya itu tanpa batas,

Ke atas, ke bawah dan ke sekeliling,

Tanpa rintangan, tanpa benci dan permusuhan.


Selagi berdiri, berjalan, duduk,

Atau berbaring, selagi tiada lelap,

Ia tekun mengembangkan kesadaran,

ini yang dikatakan: berdiam dalam Brahma


Ia yang mengembangkan metta, tak berpegang pada pandangan salah,

Dengan Sila dan penglihatan yang sempurna,

Hingga bersih dari nafsu indera,

Ia tak akan lahir dalam rahim mana pun juga.

Virūpakkhehi me mettaṁ

Mettaṁ erāpathehi me

Chabyāputtehi me mettaṁ

Mettaṁ kaṇhāgotamakehi ca


Apādakehi me mettaṁ

Mettaṁ dipādakehi me

Catuppadehi me mettaṁ

Mettaṁ bahuppadahi me


Mā maṁ apādako hiṁsi

Mā maṁ himsi dipādako

Mā maṁ catuppado hiṁsi

Mā maṁ hiṁsi bahupaddo


Sabbe sattā sabbe pāṇā

Sabbe bhūtā ca kevalā

Sabbe bhadrāni passantu

Mā kiñci pāpamāgamā


Appamāṇo Buddho

Appamāṇo Dhammo

Appamāṇo Saṅgho


Pamāṇavantāni siriṁsapāni

Ahi vicchikā satapadī

Uṇṇānābhī sarabū mūsikā

Katā me rakkhā katā me parittā

Paṭikkamantu bhūtāni

Sohaṁ namo bhagavato

Namo sattannaṁ sammāsambuddhānaṁ


Cinta kasihku kepada suku ular-ular Virūpakkha

Cinta kasihku kepada suku ular-ular Erāpatha

Cinta kasihku kepada suku ular-ular Chabyāputta

Cinta kasihku kepada suku ular-ular Kanhagotamaka


Cinta kasihku kepada makhluk-makhluk tanpa kaki

Cinta kasihku kepada makhluk-makhluk berkaki dua

Cinta kasihku kepada makhluk-makhluk berkaki empat

Cinta kasihku kepada makhluk-makhluk berkaki banyak.


Semoga makhluk-makhluk tanpa kaki tak menyakitiku.

Semoga makhluk-makhluk berkaki dua tak menyakitiku.

Semoga makhluk-makhluk berkaki empat tak menyakitiku

Semoga makhluk-makhluk berkaki banyak tak menyakitiku.


Semua makhluk , segala kehidupan

Semua yang dilahirkan dan yang belum lahir tanpa kecuali

Semoga semua memperoleh keberuntungan

Semoga semua keburukan  pada mereka lenyap


Kekuatan Buddha yang tiada taranya

Kekuatan Dhamma yang tiada taranya

Kekuatan Saṅgha yang tiada taranya


Segala makhluk melata, seperti: 

ular, ketungging, lipan, laba-laba, tokek, dan tikus adalah terbatas daya mereka.


Telah ku buat perlindungan ini

Telah ku panjatkan paritta suci

Semoga makhluk-makhluk itu pergi dengan damai

Terpujilah Sang Bhagavā. Terpujilah Tujuh Sammā-Sambuddhā

Atthi loke sīlaguṇo

Saccaṁ soceyyanuddayā

Tena saccena kāhāmi

Saccakiriyamanuttaraṁ


Āvajjitvā dhammabalaṁ

Saritvā pubbake jine

Saccabalamavassāya

Saccakiriyamākasahaṁ


Santi pakkhā apattanā

Santi pādā avañcanā

Mātā pitā ca nikkhantā

Jātaveda paṭikkama


Saha sacce kate mayhaṁ

Mahāpajjalito sikhī

Vajjesi soḷasa karīsāni

Udakaṁ patvā yathā sikhī

Saccena me samo natthi

Esā me saccapāramī ‘ti


Dalam dunia ini terdapatlah berkah Sila

Kebenaran, kesucian, dan kasih sayang

Berdasarkan pada kebenaran ini saya akan

Berusaha sungguh-sungguh dengan tekad suci


Merenungkan kekuatan Dhamma

Dan mengingat “Para Penakluk” di masa lampau

berdasarkan pada kekuatan kebenaran ini

Saya melakukan tekad suci ini


Inilah sayap-sayap yang tidak dapat terbang

Inilah kaki-kaki yang tidak dapat berjalan

Ayah dan ibu telah pergi

Api Jātaveda, Kembalilah!


Setelah mengucapkan tekad suci

Kobaran jilatan api yang ganas

Seluas enambelas karīsa terhenti

Bagaikan api yang tersiram air

Tiada yang sebanding dengan tekat suci ini

Inilah sacca pāramitā-ku.

Vipassissa namatthu

Cakkhumantassa sirīmato.

Sikhissapi namatthu

Sabbabhūtānukampino.


Vessabhussa namatthu 

Nhātakassa tapassino.

Namatthu kakusandhassa 

Mārasenappamaddino


Konāgamanassa namatthu 

Brāhmaṇassa vusīmato.

Kassapassa namatthu 

Vippamuttassa sabbadhi.


Aṅgīrasassa namatthu

Sakyaputtassa sirīmato.

Yo imaṁ Dhammamadesesi 

Sabba-dukkhāpanūdanaṁ.


Ye cāpi nibbutā loke 

Yathābhūtaṁ vipassisuṁ,

Te janā apisuṇā

Mahantā vītasāradā.


Hitaṁ devamanussānaṁ 

Yaṁ namassanti Gotamaṁ

Vijjācaraṇasampannaṁ 

Mahantaṁ vītasāradaṁ,

Vijjācaraṇasampannaṁ 

Buddhaṁ vandāma Gotaman ‘ti.


Terpujilah Sang Buddha Vipassī,

Yang memiliki penglihatan dan keagungan.

Terpujilah Sang Buddha Sikkhī,

Yang bersimpati terhadap semua makhluk.


Terpujilah Sang Buddha Vessabhū,

Pertapa pelenyap semua noda.

Terpujilah Sang Buddha Kakusandha,

Penghancur Māra beserta bala tentaranya.


Terpujilah Sang Buddha Konāgamana,

Brāhmana (sejati) yang menjalani hidup dengan sempurna.

Terpujilah Sang Buddha Kassapa,

Yang terbebas dari segala kilesa.


Terpujilah Sang Buddha Aṅgīrasa,

Putra Sākya nan agung,

Yang telah mengajarkan Dhamma ini,

Untuk melenyapkan semua dukkha.


Mereka semua mencapai Nibbāna di dunia ini,

Setelah melihat dengan jelas dhamma sebagaimana adanya.

Mereka orang-orang yang mulia ,

Manusia Agung yang telah matang dalam kebijaksanaan.


Demi manfaat, para dewa dan manusia memuji Sang Buddha Gotama,

yang sempurna pengetahuan dan tindak-tanduk-Nya,

Manusia Agung yang matang dalam kebijaksanaan,

Kami bersujud kepada Sang Buddha Gotama.

Itipi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho,

Vijjācaraṇa sampanno sugato lokavidū,

Anuttaro purisadammasārathi

Satthā devamanussānaṁ buddho bhagavā ‘ti


Demkianlah Sang Bhagavā, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tandukNya, Sempurna Menempuh Sang Jalan ke Nibbāna,  Pengenal Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, Guru para Dewa dan Manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan.

Svākkhāto bhagavatā dhammo,

Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko,

Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhī ‘ti.


Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, berada sangat dekat, tak lapuk oleh waktu, mengundang untuk dibuktikan, menuntun ke dalam batin, dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.

Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho

Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho

Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho

Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho


Yadidaṁ cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā

Esa bhagavato sāvakasaṅgho

Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo

Anuttaraṁ puññakkhetaṁ lokassā ‘ti.


Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik

Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus

Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar

Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut


Mereka merupakan empat pasang makhluk

terdiri dari delapan jenis makhluk suci.

Itulah Saṅgha siswa Sang Bhagavā. 

Patut menerima pujaan, patut menerima penyambutan, patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan.

Ladang menanam jasa yang tiada taranya di alam semesta.

Yatohaṁ bhagini ariyāya jātiyā jāto,

Nābhijānāmi sañcicca pāṇaṁ jīvitā voropetā

Tena saccena sotthi te hotu sotthi gabbhassa


Saudari, semenjak lahir sebagai seorang Ariya,

Saya sadar bahwa saya tidak pernah secara sengaja membunuh makhluk hidup.

Dengan kebenaran ini, semoga anda selamat, 

semoga anak di dalam kandungan selamat.

Bojjhaṅgo satisaṅkhāto

Dhammānaṁ vicayo tathā

Viriyampītipassaddhi

Bojjhaṅgā ca tathāpare

Samādhupekkhabojjhaṅgā

Sattete sabbadassinā

Muninā sammadakkhātā

Bhāvitā bahulīkatā

Saṁvattanti abhiññāya

Nibbānāya ca bodhiyā

Etena saccavajjena

Sotthi te hotu sabbadā


Ekasmiṁ samaye nātho

Moggallānañca Kassapaṁ

Gilāne dukkhite disvā

Bojjhaṅge satta desayi

Te ca taṁ abhinanditvā

Rogā mucciṁsu taṅkhaṇe

Etena saccavajjena

Sotthi te hotu sabbadā


Ekadā dhammarājāpi

Gelaññenābhipīḷito

Cundattherena taññeva

Bhaṇāpetvāna sādaraṁ

Sammoditvā ca ābādhā

Tamhā vuṭṭhāsi ṭhānaso

Etena saccavajjena

Sotthi te hotu sabbadā


Pahīnā te ca ābādhā

Tiṇṇannampi mahesinam

Maggāhatakilesāva

Pattānuppattidhammataṁ

Etena saccavajjena

Sotthi te hotu sabbadā


Faktor-faktor untuk mencapai Pencerahan adalah; Sati (perhatian), Dhammavicāyo (penyelidikan terhadap Dhamma), Viriya (semangat), Piti (kegiuran), Passaddhi (ketenangan) Faktor lainnya adalah Samādhi dan Upekkha (keseimbangan). 

Ketujuh faktor ini telah diajarkan dengan jelas oleh Sang Mahā Muni 

Bila dikembangkan dan dilatih akan menghasilkan Abhiññā (kemampuan batin tinggi), Nibbāna dan Penerangan Sempurna

Berkat pernyataan kebenaran ini,

Semoga Anda selamat sejahtera.


Pada suatu ketika Sang Pelindung

Melihat Yang Ariya Moggallāna dan Yang Ariya Kassapa sedang sakit 

Beliau membabarkan Tujuh Faktor Pencerahan

Karena mereka merasa gembira, seketika itu mereka sembuh.

Berkat pernyataan kebenaran  ini,

Semoga Anda selamat sejahtera.


Suatu ketika Sang Dhammarājā sakit, 

Yang Ariya Cunda Thera diminta mengulangi sutta ini dengan hikmat.

Beliau merasa gembira

Maka seketika itu sembuh dari sakit.

Berkat pernyataan kebenaran ini,

Semoga Anda selamat sejahtera.


Penyakit telah dimusnahkan

Oleh tiga Petapa Agung tersebut

Seperti Sang Jalan melenyapkan kekotoran batin,

Dhamma membawa pada pemutusan kelahiran kembali.

Berkat pernyataan kebenaran ini,

Semoga Anda selamat sejahtera.

Sakkatvā buddharatanaṁ

Osathaṁ uttamaṁ varaṁ

Hitaṁ devamanussānaṁ

Buddhatejena sotthinā

Nassantupaddavā sabbe

Dukkhā vūpasamentu te


Sakkatvā dhammaratanaṁ

Osathaṁ uttamaṁ varaṁ

Pariḷāhūpasamanaṁ

Dhammatejena sotthinā

Nassantupaddavā sabbe

Bhayā vūpasamentu te


Sakkatvā saṅgharatanaṁ

Osathaṁ uttamaṁ varaṁ

Āhuneyyaṁ pāhuneyyaṁ

Saṅghatejena sotthinā

Nassantupaddavā sabbe

Rogā vūpasamentu te


Bersujud pada Buddha Ratana

yang bagaikan obat mujarab nan mulia,

membawa kesejahteraan bagi para dewa dan manusia.

Berkat kekuatan Sang Buddha

semoga semua rintangan sirna,

dan lenyaplah semua dukkha.


Bersujud pada Dhamma Ratana

yang bagaikan obat mujarab nan mulia,

memadamkan kegelisahan.

Berkat kekuatan Dhamma

semoga semua rintangan sirna

dan lenyaplah semua ketakutan.


Bersujud pada Sangha Ratana

yang bagaikan obat mujarab nan mulia,

patut menerima pemberian dan penghormatan.

Berkat kekuatan Sangha

semoga semua rintangan sirna

dan lenyaplah semua penyakit.

Yaṅkiñci ratanaṁ loke

Vijjati vividhaṁ puthu

Ratanaṁ buddhasamaṁ natthi

Tasmā sotthī bhavantu te


Yaṅkiñci ratanaṁ loke

Vijjati vividhaṁ puthu

Ratanaṁ dhammasamaṁ natthi

Tasmā sotthī bhavantu te


Yaṅkiñci ratanaṁ loke

Vijjati vividhaṁ  puthu

Ratanaṁ saṅghasamaṁ natthi

Tasmā sotthī bhavantu te


Mustika apapun yang terdapat di dunia ini

yang beraneka ragam jenisnya,

tiada satu pun yang menyamai Mustika Buddha. 

Berkat ini, semoga Anda sejahtera.


Mustika apapun yang terdapat di dunia ini

yang beraneka ragam jenisnya,

tiada satu pun yang menyamai Mustika Dhamma. 

Berkat ini, semoga Anda sejahtera.


Mustika apapun yang terdapat di dunia ini

yang beraneka ragam jenisnya,

tiada satu pun yang menyamai Mustika Saṅgha 

Berkat ini, semoga Anda sejahtera.

Dibacakan pada saat pagi hari


Udetayañcakkhumā ekarājā

Harissavaṇṇo paṭhavippabhāso

Taṁ taṁ namassāmi harissavaṇṇam paṭhavippabhāsaṁ

Tayajja guttā viharemu divasaṁ

Ye brāhmaṇā vedagū sabbadhamme

Te me namo te ca maṁ pālayantu

Namatthu buddhānaṁ namatthu bodhiyā

Namo vimuttānaṁ namo vimuttiyā

Imaṁ so parittaṁ katvā

Moro carati esanā.


Ketika Sang Raja yang memancarkan cahaya keemasan terbit,

Memancarkan sinar keemasan, menyinari dunia.

Aku menghormat kepada pemilik cahaya keemasan, Sang Penyinar dunia.

Berilah perlindungan sepanjang hari yang kulewati.

Kepada para Brahmana suci, pemilik pengetahuan, Sang Penembus pengetahuan Dhamma,

Kepada mereka aku memuji dan kumohon perlindungan.

Sujudku kepada para bijaksana, sujudku kepada para Buddha, 

Sujudku kepada yang telah mencapai pembebasan.

Setelah membuat perlindungan ini, 

Burung Merak pergi mencari makannya.



Dibacakan pada petang hari saat matahari terbenam


Apetayañcakkhumā ekarājā

Harissavaṇṇo paṭhavippabhāso

Taṁ taṁ namassāmi harissavaṇṇaṁ paṭhavippabhāsaṁ

Tayajja guttā viharemu rattiṁ

Ye brāhmaṇā vedagū sabbadhamme

Te me namo te ca maṁ pālayantu

Namatthu buddhānam namatthu bodhiyā

Namo vimuttānaṁ namo vimuttiyā

Imaṁ so parittaṁ katvā

Moro vāsamakappayī ‘ti.


Ketika Sang Raja yang memancarkan cahaya keemasan terbenam,

Memancarkan sinar keemasan, menyinari dunia.

Aku menghormat kepada pemilik cahaya keemasan, Sang Penyinar dunia.

Berilah perlindungan sepanjang hari yang kulewati.

Kepada para Brahmana suci, pemilik pengetahuan, Sang Penembus pengetahuan Dhamma,

Kepada mereka aku memuji dan kumohon perlindungan.

Sujudku kepada para bijaksana, sujudku kepada para Buddha, 

Sujudku kepada yang telah mencapai pembebasan.

Setelah membuat perlindungan ini,

Burung Merak tinggal untuk beristirahat.

Jayanto bodhiyā mūle

Sakyānaṁ nandivaḍḍhano

Evaṁ tvaṁ vijayo hohi

Jayassu jayamaṅgale


Aparājitapallaṅke

Sīse paṭhavipokkhare

Abhiseke sabbabuddhānaṁ 

Aggappatto pamodati


Suṇakkhattaṁ sumaṅgalaṁ

Supabhataṁ suhuṭṭhitaṁ 

Sukhaṇo sumuhutto ca

Suyiṭṭhaṁ brahmacārisu


Padakkhiṇaṁ kāyakammaṁ

Vācākammaṁ padakkhiṇaṁ

Padakkhiṇaṁ manokammaṁ

Paṇidhī te padakkhiṇā

Padakkhiṇāni katvāna

Labhantatthe padakkhiṇe


Semoga Anda memperoleh berkah kejayaan; 

sebagaimana Mahabijaksanawan yang berjaya atas Mara di bawah pohon Bodhi, 

mencapai kejayaan yang unggul diantara para Buddha, 

yang berbahagia di atas tahta nan mulia dan tak terklahkan, 

yang perkasa di maha pertiwi, pembawa sukacita kaum Sakya.

  

Bintang kebahagiaan, berkah keberuntungan

Cahaya keberuntungan, pengorbanan yang menguntungkan.

Saat yang baik, detik-detik yang membahagiakan

Dengan  pemberian yang baik kepada para suciwan.


Setelah melakukan kebaikan-kebaikan, yaitu:

Bertindak baik,

Berucap baik,

Berpikir baik,

Berpengharapan;

Maka pahala-pahala baiklah yang akan di peroleh.

Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca

Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo

Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ

Buddhānubhāvena vināsamentu


Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca

Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo

Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ

Dhammānubhāvena vināsamentu


Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca

Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo

Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ

Saṅghānubhāvena vināsamentu


Tanda-tanda jelek dan tidak menyenangkan apa pun juga

Dan suara-suara burung yang tidak menyenangkan

Mimpi buruk yang tidak dikehendaki

Berkat kekuatan Sang Buddha, semoga semuanya lenyap. .


Tanda-tanda jelek dan tidak menyenangkan apa pun juga

Dan suara-suara burung yang tidak menyenangkan

Mimpi buruk yang tidak dikehendaki

Berkat kekuatan Sang Dhamma, semoga semuanya lenyap.


Tanda-tanda jelek dan tidak menyenangkan apa pun juga

Dan suara-suara burung yang tidak menyenangkan

Mimpi buruk yang tidak dikehendaki

Berkat kekuatan Sang Saṅgha, semoga semuanya lenyap.

Araññe rukkhamūle vā

Suññāgāreva bhikkhavo

Anussaretha sambuddhaṁ

Bhayaṁ tumhāka no siyā


No ce buddhaṁ sareyyātha

Lokajetthaṁ narāsabhaṁ

Atha dhammaṁ sareyyātha

Niyyānikaṁ sudesitaṁ


No ce dhammaṁ sareyyātha

Niyyānikaṁ sudesitaṁ

Atha saṅghaṁ sareyyātha

Puññakkhettaṁ anuttaraṁ


Evaṁbuddhaṁ sarantānaṁ

Dhammaṁ saṅghañca bhikkhavo

Bhayaṁ vā chambhitattaṁ vā

Lomahaṁso na hessatī ‘ti.


Sewaktu di dalam hutan atau di bawah pohon

Atau di tempat yang sunyi, O para bhikkhu

Ingatlah pada  Sang Buddha

Maka sirnalah segala ketakutan Anda


Jika tak ingat pada Sang Buddha 

Sang Guru Jagad nan Mulia

Ingatlah pada Dhamma

Yang telah diajarkan dengan sempurna, yang menuntun pada pembebasan


Jika tak ingat pada Dhamma

Yang telah diajarkan dengan sempurna, yang menuntun pada pembebasan 

ingatlah pada Saṅgha

ladang kebajikan yang pantas, yang tak ada bandingnya.


Jika mengingat Sang Buddha, Dhamma dan Sangha

O para bhikkhu, ketakutan atau kekhawatiran maupun

Bulu kuduk yang berdiri

Tak akan muncul.

Dukkhappattā ca niddukkhā

Bhayappattā ca nibbhayā

Sokappattā ca nissokā

Hontu sabbepi pāṇino


Ettāvatā ca amhehi

Sambhataṁ puññasampadaṁ

Sabbe devānumodantu

Sabbasampatti siddhiyā


Dānaṁ dadantu saddhāya

Sīlaṁ rakkhantu sabbadā

Bhāvanābhiratā hontu

Gacchantu devatā gatā


Sabbe buddhā balappattā

Paccekānañca yaṁ balaṁ

Arahantānañca tejena

Rakkhaṁ bandhāmi sabbaso


Bila mengalami penderitaan, semoga penderitaan lenyap

Bila mengalami ketakutan, semoga ketakutan lenyap

Bila mengalami kesedihan, semoga kesedihan lenyap

Semoga semua mahkluk demikian adanya


Atas semua timbunan kebajikan

Yang telah kami kumpulkan

Semoga semua dewa turut bergembira

Demi kebahagiaan dan keberhasilan


Dengan penuh keyakinan memberikan dana 

Senantiasa merawat sila

Selalu melatih meditasi

Agar terlahir di alam dewa 


Dengan kekuatan para Buddha

Beserta kekuatan para Pacceka Buddha

Dan kekuatan para Arahat 

Semua membuat (memberikan) perlindungan

So atthaladdho sukhito

Viruḷho Buddhasāsane

Arogo sukhito hohi

Saha sabbehi ñātibhi.


Sā atthaladdhā sukhitā

Viruḷhā Buddhasāsane

Arogā sukhitā hohi

Saha sabbehi ñātibhi.


Te atthaladdhā sukhitā

Viruḷhā Buddhasāsane

Arogā sukhitā hotha

Saha sabbehi nātibhi.


Semoga Anda (pria) memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan

Serta memperoleh kemajuan dalam Buddha-Sāsana

Semoga sanak keluarga

Senantiasa memperoleh kebahagiaan dan kesehatan


Semoga Anda (wanita) memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan

Serta memperoleh kemajuan dalam Buddha-Sāsana

Semoga sanak keluarga

Senantiasa memperoleh kebahagiaan dan kesehatan


Semoga Anda (pria dan wanita) memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan

Serta memperoleh kemajuan dalam Buddha-Sāsana

Semoga sanak keluarga

Senantiasa memperoleh kebahagiaan dan kesehatan

Bahuṁ sahassa-mabhinimmita-sāvudhantaṁ

Grīmekhalaṁ uditaghora-sasenamāraṁ

Dānādi-dhamma-vidhinā jitavā munindo

Tantejasā bhavatu te jayamaṅgalāni


Mārātireka-mabhiyujjhita-sabbarattiṁ

Ghorampanāḷavaka-makkhamathaddha-yakkhaṁ

Khantī-sudanta-vidhinā jitavā munindo

Tantejasā bhavatu te jayamaṅgalāni


Nāḷāgiriṁ gajavaraṁ atimattabhūtaṁ

Dāvaggi-cakkamasanīva sudāruṇantaṁ

Mettambuseka-vidhinā jitavā munindo

Tantejasā bhavatu te jayamaṅgalāni


Ukkhitta-khagga-matihattha-sudāruṇantaṁ

Dhāvantiyojana-pathaṅgulimālavantaṁ

Iddhībhisaṅkhatamano jitavā munindo

Tantejasā bhavatu te jayamaṅgalāni


Katvāna kaṭṭhamudaraṁ iva gabbhinīyā

Ciñcāya duṭṭhavacanaṁ janakāya-majjhe

Santena somavidhinā jitavā munindo

Tantejasā bhavatu te jayamaṅgalāni


Saccaṁ vihāya matisaccaka vādaketuṁ

Vādābhiropitamanaṁ atiandhabhūtaṁ

Paññāpadīpa-jalito jitavā munindo

Tantejasā bhavatu te jayamaṅgalāni


Nandopananda-bhujagaṁ vibudhaṁ mahiddhiṁ

Puttena therabhujagena damāpayanto

Iddhūpadesa-vidhinā jitavā munindo

Tantejasā bhavatu te jayamaṅgalāni


Duggāhadiṭṭhi-bhujagena sudaṭṭha-hatthaṁ

Brahmaṁ visuddhi-jutimiddhi-bakābhidhānaṁ

Ñāṇāgadena vidhinā jitavā munindo

Tantejasā bhavatu te jayamaṅgalāni


Etāpi buddha jayamaṅgala aṭṭhagāthā

Yo vācano dinadine sarate matandī

Hitvāna-nekavividhāni cupaddavāni

Mokkhaṁ sukhaṁ adhigameyya naro sapañño


Dengan seribu tangan yang memegang senjata,

Dengan menunggang gajah Girimekhala, Māra bersama pasukannya meraung menakutkan,

Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan Dhammadāna.

Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kemenangan. 


Lebih dari Māra yang membuat onar sepanjang malam

Yakkha Ālavaka yang menakutkan, bengis dan congkak

Raja para Bijaksana menaklukkannya, menjinakkan dengan kesabaran.

Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kemenangan.


Nālāgiri, gajah mulia menjadi sangat menyeramkan,

Sangat kejam bagaikan hutan yang terbakar, bagai senjata cakra atau halilintar.

Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan percikan air cinta kasih.

Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kemenangan.


Sangat kejam, dengan pedang di tangan yang kokoh,

Angulimala berlari mengejar sepanjang jalan tiga yojana dengan berkalung untaian jari.

Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan kemampuan pikiran yang mengagumkan.

Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kemenangan.


Setelah membuat perutnya gendut seperti wanita hamil dengan mengikatkan potongan kayu,

Cincā memfitnah di tengah-tengah banyak orang.

Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan keteguhan nan luhur, yakni kedamaian batin.

Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kemenangan.


Saccaka, yang berkata menyimpang dari kebenaran

Dengan pikiran buta, mengembangkan pandangan kelirunya.

Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan terangnya pelita kebijaksanaan.

Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kemenangan.


Nandopananda, naga berkekuatan besar yang berpandangan salah

Putra Buddha yang terkemuka (Moggallana Thera) menjelma sebagai naga, pergi untuk menjinakkannya.

Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan kekuatan sakti.

Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kemenangan


Bagaikan ular yang melilit di lengan, demikian pandangan salah dimiliki

Oleh Bakā, Dewa Brahma yang memiliki sinar cemerlang dan kekuatan.

Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan  pengetahuan.

Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kemenangan.


Inilah delapan syair Berkah Kemenangan Sang Buddha,

Yang seharusnya dibaca dan direnungkan setiap hari tanpa rasa malas. 

Hingga mampu mengatasi berbagai rintangan,

Orang bijaksana mencapai pembebasan dan kebahagiaan.

Yathā vārivahā pūrā

Paripūrenti sāgaraṁ

Evameva ito dinnaṁ

Petānaṁ upakappati


Icchitaṁ patthitaṁ tumhaṁ

Khippameva samijjhatu

Sabbe pūrentu saṅkappā

Cando paṇṇaraso yathā maṇi jotiraso yathā



Seperti air sungai yang melimpah

Yang airnya mengalir memenuhi samudera,

Demikianlah persembahan yang diberikan disini 

Akan memberikan manfaat kepada para mendiang.


Apapun yang dicita-citakan dan harapkan,

Semoga terwujud,

Semoga semua harapan akan tercapai,

Laksana bulan purnama, laksana permata nan cemerlang.

Sabbaroga vinimutto

Sabbasantāpavajjito

Sabba veramatikkanto

Nibbuto ca tuvaṁ bhava


Semoga semua terbebas dari segala penyakit

Semoga semua duka-cita lenyap

Semoga semua terbebas dari permusuhan

Dan semoga Anda mencapai pembebasan.

Sabbītiyo vivajjantu

Sabbarogo vinassatu

Mā te bhavatvantarāyo

Sukhī dīghāyuko bhava


Abhivādanasīlissa

Niccaṁ vuḍḍhāpacayino

Cattāro dhammā vaḍḍhanti

Āyu vaṇṇo sukhaṁ balaṁ


Semoga terbebas dari segala malapetaka

Semoga terbebas dari segala penyakit

Semoga tiada rintangan yang menimpa diri Anda

Semoga  senantiasa berbahagia dan berumur panjang 


Ia yang selalu sopan dan menghormat 

kepada yang lebih tua

Semoga berkembanglah empat hal, yakni

Umur panjang, berparas baik, kebahagiaan dan kekuatan.

Aggato ve pasannānaṁ

Aggaṁ dhammaṁ vijānataṁ

Agge buddhe pasannānaṁ

Dakkhiṇeyye anuttare


Agge dhamme pasannānaṁ

Virāgūpasame sukhe

Agge saṅghe pasannānaṁ

Puññakkhette anuttare


Aggasmiṁ dānaṁ dadataṁ

Aggaṁ puññaṁ pavaḍḍhati

Aggaṁ āyu ca vaṇṇo ca

Yaso kitti sukhaṁ balaṁ


Aggassa dātā medhāvi 

Aggadhamma samāhito

Devabhūto manusso vā

Aggappatto pamodatīti


Yang tertinggi atau paling mulia

Adalah yang memahami kebenaran tertinggi

Buddha nan Mulia adalah yang tertinggi

Yang patut menerima persembahan yang tiada bandingannya.


Damma nan Mulia adalah yang tertinggi

Membawa pada lenyapnya nafsu, menuntun pada kebahagiaan

Saṅgha nan Mulia adalah yang tertinggi

Ladang kebajikan yang tiada taranya


Setelah memberikan persembahan kepada Yang Tertinggi (Tiratana)

Dengan berkembangnya kebajikan tertinggi

Berkembang pula usia panjang dan paras yang baik

Kesuksesan, kemasyhuran, kebahagiaan, dan kekuatan


Pemberi persembahan yang bijaksana adalah tujuan tertinggi

Menjadi orang yang terkendali adalah ajaran tertinggi

Jika terlahir di alam dewa atau manusia

Akan memperoleh kebahagiaan dan pencapaian tertinggi

Āyudo balado dhīro

Vaṇṇado paṭibhāṇado

Sukhassa dātā medhāvī

Sukhaṁ so adhigacchati


Āyuṁ datvā balaṁ vaṇṇaṁ

Sukhañca paṭibhāṇado

Dīghāyu yasavā hoti

Yattha yatthūpapajjatīti


Ia yang bijkasana, pemberi usia, pemberi kekuatan

pemberi paras yang baik, pemberi kecerdasan,

dan pemberi kebahagiaan,

akan memperoleh kebahagiaan pula.


Setelah memberi umur panjang, kekuatan, paras yang baik, kebahagiaan, dan kecerdasan.

Dimana pun ia dilahirkan,

akan memperoleh usia panjang dan kemasyhuran.

Sabbabuddhānubhāvena

Sabbadhammānubhāvena

Sabbasaṅghānubhāvena


Buddharatanaṁ

Dhammaratanaṁ

Saṅgharatanaṁ

Tiṇṇaṁ ratanānaṁ ānubhāvena


Caturāsītisahassa dhammakkhandhā nubhāvena

Piṭakattyānubhāvena

Jinasāvakānubhāvena


Sabbe te rogā

Sabbe te bhayā

Sabbe te antarāyā

Sabbe te upaddavā

Sabbe te dunnimittā

Sabbe te avamaṅgala vinassantu


Āyuvaḍḍhako

Dhanavaḍḍhako

Sirivaḍḍhako

Yasavaḍḍhako

Balavaḍḍhako

Vaṇṇavaḍḍhako

Sukhavaḍḍhako

Hotu sabbadā


Dukkharogabhayā verā

Sokā sattu cupaddavā

Anekā antarāyāpi

Vinassantu ca tejasā


Jayasiddhi dhanaṁ lābhaṁ

Sotthi bhāgyaṁ sukhaṁ balaṁ

Siri āyu ca vaṇṇo ca

Bhogaṁ vuḍḍhī ca yasavā

Satavassā ca āyū ca

Jīvasiddhī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalam

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbabuddhānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalam

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbadhammānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalam

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbasaṅghānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Dengan kekuatan semua Buddha,

Dengan kekuatan semua Dhamma,

Dengan kekuatan semua Sangha,


Buddha Permata Mulia

Dhamma Permata Mulia

Saṅgha Permata Mulia

Dengan kekuatan Tiga Permata Mulia


Dengan kekuatan delapan puluh empat ribu kelompok Dhamma

Dengan kekuatan Tipitaka

Dengan kekuatan siswa-siswa Sang Penakluk 


Semoga semua penyakit

Semua ketakutan

Semua rintangan

Semua bencana

Semua tanda-tanda jelek

Semua kemalangan

Menjadi lenyap adanya.


Usia panjang

Kekayaan

Kemakmuran

Kemasyhuran

Kekuatan

Paras yang baik

Kebahagiaan

Semoga selalu bertambah pada Anda semua.


Semoga penderitaan, penyakit, ketakutan, permusuhan

Kesedihan, permusuhan, kemalangan (kesukaran)

Serta segala macam rintangan (bahaya)

Semua lenyap dengan kekuatan ini


Semoga betambah kejayaan, keberhasilan, kekayaan, keuntungan

Keselamatan, kemujuran, kebahagiaan, kekuatan

Kemakmuran, panjang usia, paras bagus

Kesejahteraan, kemakmuran dan kemasyhuran Dan bertambah usia panjang seratus tahun

Semoga kesuksesan menjadi milik Anda


Semoga semua memperoleh berkah 

Semoga para dewa melindungi 

Dengan kekuatan semua Buddha

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda


Semoga semua memperoleh berkah 

Semoga para dewa melindungi 

Dengan kekuatan semua Dhamma

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda


Semoga semua memperoleh berkah 

Semoga para dewa melindungi 

Dengan kekuatan semua Saṅgha

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda

Ratanattayānubhāvena

Ratanattayatejasā

Dukkha rogabhayā verā

Sokā sattu cupaddavā

Anekā antarāyāpi

Vinassantu asesato


Jayasiddhi dhanaṁ lābhaṁ

Sotthi bhāgyaṁ sukhaṁ balaṁ

Siri āyu ca vaṇṇo ca

Boghaṁ vuḍḍhī ca yasavā

Satavassā ca āyū ca

Jīvasiddhī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbabuddhānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbadhammānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbasaṅghānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Berkat kekuatan Tiratana

Berkat keagungan Tiratana

Semoga penderitaan, penyakit, ketakutan, permusuhan

Kesedihan, permusuhan, kemalangan (kesukaran)

Serta segala macam rintangan (bahaya)

Semua lenyap dengan kekuatan ini


Semoga betambah kejayaan, keberhasilan, kekayaan, keuntungan,

keselamatan, kemujuran, kebahagiaan, kekuatan,

kemakmuran, panjang umur, paras baik,

kesejahteraan, kemakmuran, kemasyhuran, usia seratus tahun, dan kesuksesan menjadi milik Anda.


Semoga semua memperoleh berkah, 

Semoga para dewa melindungi. 

Berkat kekuatan semua Buddha,

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.


Semoga semua memperoleh berkah, 

Semoga para dewa melindungi. 

Berkat kekuatan semua Dhamma,

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.


Semoga semua memperoleh berkah, 

Semoga para dewa melindungi. 

Berkat kekuatan semua Saṅgha,

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.

Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbabuddhānubhāvena

Sotthī hontu nirantaraṁ


Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbadhammānubhāvena

Sotthī hontu nirantaraṁ


Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbasaṅghānubhāvena

Sotthī hontu nirantaraṁ


Semoga segala berkah menjadi kenyataan,

Semoga para dewa melindungi. 

Berkat kekuatan semua Buddha,

Semoga kesejahteraan selalu menjadi milik Anda.


Semoga segala berkah menjadi kenyataan,

Semoga para dewa melindungi.

Berkat kekuatan semua Dhamma,

Semoga kesejahteraan selalu menjadi milik Anda.


Semoga segala berkah menjadi kenyataan,

Semoga para dewa melindungi.

Berkat kekuatan semua Saṅgha,

Semoga kesejahteraan selalu menjadi milik Anda.

Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbabuddhānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbadhammānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā

Sabbasaṅghānubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te


Semoga semua memperoleh berkah, 

Semoga para dewa melindungi. 

Berkat kekuatan semua Buddha,

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.


Semoga semua memperoleh berkah, 

Semoga para dewa melindungi. 

Berkat kekuatan semua Dhamma,

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.


Semoga semua memperoleh berkah, 

Semoga para dewa melindungi. 

Berkat kekuatan semua Saṅgha,

Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.

Iminā puññakammena

Upajjhāyā gunuttarā

Ācariyupakārā ca

Mātāpitā ca ñātakā


Suriyo candimā rājā

Guṇavantā narāpi ca

Brahmamārā ca indā ca

Lokapālā ca devatā


Yamo mittā manussā ca

Majjhattā verikāpi ca

Sabbe sattā sukhī hontu

Puññāni pakatāni me


Sukhañca tividhaṁ dentu

Khippaṁ pāpetha vo mataṁ

Iminā puññakammena

Iminā uddisena ca

Khippāhaṁ sulabhe ceva

Taṇhupādāna chedanaṁ


Ye santāne hīnā dhammā

Yāva nibbānato mamaṁ

Nassantu sabbadāyeva

Yattha jāto bhave bhave


Ujucittaṁ satipaññā

Sallekho vīriyamhinā

Mārā labhantu nokāsaṁ

Kātuñca vīriyesu me


Buddhādhipavaro nātho

Dhammo nātho varuttamo

Nātho paccekabuddho ca

Saṅgho nāthottaro mamaṁ

Tesottamānubhāvena

Mārokāsaṁ labhantu mā


Ku persembahkan kebajikan yang telah ku lakukan untuk

Guru Spiritual (Upajjhāyā) tertinggi,

Guru Pembimbing (Ācariya) yang telah memberikan dukungan,

Ayah, ibu dan para kerabat.


Raja Matahari, Ratu Bulan, raja, 

dan orang-orang yang berbudi luhur,

Para Brahma, Para Mara, dan Raja Para Dewa, 

Para Dewa Pelindung Dunia, para dewa di surga.


Raja Kematian (Yama), manusia, sahabat,

Mereka yang bersifat netral, maupun yang bermusuhan

Semoga semua makhluk meperoleh kebahagiaan,

Atas segala kebajikan yang telah ku lakukan.


Dengan berbagi tiga kali lipat kebahagiaan,

Dengan penembusan dan pemahaman,

Semoga kebajikan  dan pelimpahan jasa kebajikan pada semua makhluk yang ku lakukan ini, sebagai faktor terpotongnya nafsu dan kemelekatan.


Segala keburukan yang ada dalam diriku, di setiap kelahiranku, semoga semuanya lenyap sampai aku mencapai Nibbana.


Pikiran yang lurus, perhatian penuh kebajikan

Dengan ketekunan dan semangat yang ku miliki

Para Māra tidak mendapatkan kesempatan

Untuk melemahkan semangat baik ku


Buddha adalah perlindungan yang tak terkalahkan

Dhamma adalah perlindungan yang tertinggi,

Paccekabuddha adalah pelindung yang tak tertandingi

Dan Saṅgha adalah perlindungan sejati

Dengan kekuatan perlindungan ini

Semoga kami dapat segera terlepas dari gangguan Māra.

Puññassidāni katassa

Yānaññāni katāni me

Tesañca bhāgino hontu

Sattānantāppamāṇakā


Ye piyā guṇavantā ca

Mayhaṁ mātāpitādayo

Diṭṭhā me cāpyadiṭṭhā vā

Aññe majjhattaverino


Sattā tiṭṭhanti lokasmiṁ

Te bhummā catuyonikā 

Pañcekacatuvokārā

Saṁsarantā bhavābhave


Ñātaṁ ye pattidānamme

Anumodantu te sayaṁ

Ye cimaṁ nappajānanti

Devā tesaṁ nivedayuṁ


Mayā dinnāna puññānaṁ

Anumodanahetunā

Sabbe sattā sadā hontu

Averā sukhajīvino

Khemappadañca pappontu

Tesāsā sijjhataṁ subhā


Semoga jasa-jasa yang kuperbuat

Kini atau di waktu lain

Diterima oleh semua makhluk,

Tak terbatas, tak terhingga;


Kepada mereka yang kukasihi serta berbudi luhur

Seperti ayah dan ibu,

Kepada makhluk yang terlihat dan yang tak terlihat

Yang bersikap netral atau bermusuhan


Makhluk-makhluk yang berada di alam semesta

Di tiga alam, empat jenis kelahiran

Terdiri dari lima, satu, atau empat gugusan pembentuk,

Mengembara di alam-alam besar dan kecil


Semoga dengan persembahan jasaku ini

Setelah mengetahui mereka bergembira

Dan kepada mereka yang tak mengetahui

Semoga para dewa memberitakannya.


Berkat turut bergembira atas jasa-jasa kebajikan  yang ku limpahkan ini,

Semoga semua makhluk selamanya

Hidup bahagia, bebas dari kebencian

Semoga mereka mendapatkan jalan kedamaian

Semoga cita-cita luhur mereka tercapai

Ettāvatā ca amhehi

Sambhataṁ puññasampadaṁ

Sabbe devānumodantu

Sabbasampattisiddhiyā


Ettāvatā ca amhehi

Sambhataṁ puññasampadaṁ

Sabbe bhūtānumodantu

Sabbasampattisiddhiyā


Ettāvatā ca amhehi

Sambhataṁ puññasampadaṁ

Sabbe sattānumodantu

Sabbasampattisiddhiyā


Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā

Devā nāgā mahiddhikā

Puññaṁ taṁ anumoditvā

Ciraṁ rakkhantu Indonesia


Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā

Devā nāgā mahiddhikā

Puññaṁ taṁ anumoditvā

Ciraṁ rakkhantu lokasanti


Idaṁ vo ñātīnaṁ hotu

Sukhitā hontu ñātayo

Idaṁ vo ñātīaṁ hotu

Sukhitā hontu ñātayo 

Idaṁ vo ñātīnaṁ hotu

Sukhitā hontu ñātayo 


Devo vassatu kālena

Sassasampatti hotu ca

Phīto bhavatu loko ca

Rājā bhavatu dhammiko


Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā

Devā nāgā mahiddhikā

Puññaṁ taṁ anumoditvā

Ciraṁ rakkhantu sāsanaṁ


Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā

Devā nāgā mahiddhikā

Puññaṁ taṁ anumoditvā

Ciraṁ rakkhantu desanaṁ


Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā

Devā nāgā mahiddhikā

Puññaṁ taṁ anumoditvā

Ciraṁ rakkhantu no guru


Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā

Devā nāgā mahiddhikā

Puññaṁ taṁ anumoditvā

Ciraṁ rakkhantu maṁ paraṁ ‘ti


Atas semua timbunan kebajikan

Yang telah kami kumpulkan

Semoga semua dewa turut bergembira

Demi kebahagiaan dan keberhasilan


Atas semua timbunan kebajikan

Yang telah kami kumpulkan

Semoga semua makhluk halus turut bergembira

Demi kebahagiaan dan keberhasilan


Atas semua timbunan kebajikan

Yang telah kami kumpulkan

Semoga semua makhluk hidup turut bergembira

Demi kebahagiaan dan keberhasilan


Semoga semua makhluk di angkasa dan di bumi

Para dewa dan naga yang perkasa

Turut bergembira atas timbunan kebajikan ini

Dan selalu melindungi Indonesia


Semoga semua makhluk di angkasa dan di bumi

Para dewa dan naga yang perkasa

Turut bergembira atas timbunan kebajikan ini

Dan selalu melindungi perdamaian dunia


Semoga timbunan kebajikan ini melimpah pada sanak keluarga

Semoga mereka berbahagia

Semoga timbunan kebajikan ini melimpah pada sanak keluarga

Semoga mereka berbahagia

Semoga timbunan kebajikan ini melimpah pada sanak keluarga

Semoga mereka berbahagia


Semoga hujan turun sesuai waktunya

Semoga tanaman tumbuh dengan subur

Semoga dunia menjadi makmur

Semoga pemerintah (raja) bertindak benar


Semoga semua makhluk di angkasa dan di bumi

Para dewa dan naga yang perkasa

Setelah menikmati jasa-jasa ini

Selalu melindungi Ajaran suci


Semoga semua makhluk di angkasa dan di bumi

Para dewa dan naga yang perkasa

Setelah menikmati jasa-jasa ini

Selalu melindungi pembabaran Dhamma


Semoga semua makhluk di angkasa dan di bumi

Para dewa dan naga yang perkasa

Setelah menikmati jasa-jasa ini

Selalu melindungi guru kami


Semoga semua makhluk di angkasa dan di bumi

Para dewa dan naga yang perkasa

Setelah menikmati jasa-jasa ini

Selalu melindungi kita semua.

Share:

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS