Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel
  • Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dari Human Doing menjadi Human Being

Cari

Tampilkan Artikel

Dari Human Doing menjadi Human Being

Upa. Satyamita Kurniady Halim

Jum'at, 01 Juli 2022

Pemuda Buddhayana, SIDDHI, WBI, Wulan Bahagia, Sekber Yabuddhi, MBI, Sagin

Saya suka dengan istilah Bahasa Inggris dari manusia yaitu Human Being. Namun, pada kondisinya sekarang, kita semakin jauh dari makna human being. Kita lebih sering terjerumus menjadi Human Doing. Kebiasaan manusia yang cenderung mau melakukan sesuatu, membuat kita semakin menjadi Human Doing dan jauh dari makna kata Human Being.


Sebagai contoh, kita kerap “Doing”, merasa butuh untuk melakukan sesuatu. Kita perlu untuk melakukan pekerjaan, membeli rumah, membeli mobil, menyekolahkan anak, melakukan sesuatu sampai mencapai idealisme sukses menurut kita sendiri.

Bahkan ketika berlatih untuk diam dan hening sekalipun, disaat tubuh kita diam dan bermeditasi sekalipun, pikiran kita masih tendensius melakukan aktivitas “doing” dengan berpikir “ini kapan selesai ya?”, “Terus setelah meditasi ini saya bisa dapat apa?”,  “Bisa sampai Jhana gak?”, “Ngapain duduk lama kalau begitu?”. Pemikiran untuk mencapai kesuksean, kemenangan atau bahkan kegagalan di masa lalu akan cenderung menarik Kita kembali ke “Doing Mode”.

Kebiasaan kita yang terus doing ini kadang membuat kita menjadi lelah, karena tendensi kebiasaan ini malah menekan diri kita sendiri dengan ekspektasi hidup yang tiada akhir.

Sekarang saatnya adalah bagi kita untuk kembali menjadi Being.  Apa yang dimaksud dengan Being?

Ya “Sekedar Berada”. Sekedar berada dengan apa? Sekedar berada dengan apa pun yang ada saat ini. Sekedar berada dan merasakan tubuh saya. Sekedar berada dan mengenali perasaan saya, apapun perasaan itu, baik perasaan kesal, Bahagia. Sekedar mengenali perasaan tersebut tanpa terlarut di dalamnya. Sekedar berada dengan pikiran saya, apapun yang saya pikirkan, sekedar mengenali dan merangkulnya, tanpa perlu terlarut dengan cerita atau story telling pikiran kita.

Sekedar berada dengan suara di sekitar kita, apapun suaranya. Sekedar berada dengan orang di sekitar kita, apakah mereka menyenangkan ataupun tidak menyenangkan. Dan yang paling penting adalah sekedar berada dengan hidup kita sendiri, bagaimana pun hidup kita saat ini. Apakah penuh up … atau down….. Sekedar berada disana dan merangkul hidup kita sendiri.

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS