Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

Artikel Populer

Jum'at, 24 Juni 2022

Paradoks yang Membahagiakan

Pemimpin Keluarga yang Buddhistik

Amin Untario

Jum'at, 17 Juni 2022

Sagin, MBI, Sekber Yabuddhi, Wulan Bahagia, WBI, SIDDHI, Pemuda Buddhayana

Unit terkecil dalam komunitas masyarakat adalah keluarga. Dan unit terkecil dalam keluarga adalah melingkupi suami–istri ditambah anak anak ( kalau sudah memiliki keturunan ).
Bila cakupan diperbesar maka akan melingkupi orang tua kita ditambah sanak keluarganya. Biasanya kita sebut sebagai “Keluarga Besar”.


Pemimpin Keluarga

Setiap individu manusia memiliki kesempatan menjadi seorang pemimpin, minimal sebagai pemimpin/kepala keluarga. Hal ini memang tidak berlaku bila seseorang memutuskan untuk menjadi seorang pertapa/anggota Sangha. Dengan memasuki kehidupan suci sebagai seorang pertapa/anggota Sangha , maka berarti sudah memutuskan kehidupan berkeluarga/ berumah tangga.

Sebelum memasuki jenjang pernikahan, hendaknya calon suami istri sudah merundingkan siapa yang akan menjadi pemimpin keluarga. Umumnya memang suamilah menjadi pemimpin keluarga. Memang ini sudah seperti hukum tak tertulis yang sudah berlaku di masyarakat dunia, bukan hanya di Indonesia saja.

Tetapi kalau kita perhatikan lebih teliti, bisa dijumpai di keluarga keluarga tertentu, pemimpin keluarganya adalah seorang istri.

Dalam hal ini memang tidak ada tertulisnya tetapi bisa kita lihat dari kehidupan sehari hari di keluarga tersebut, dimana pihak istri yang memimpin keluarga tersebut.

Zaman sekarang adalah zaman emansipasi sehingga fenomena di atas adalah hal yang wajar dan bisa diterima di masyarakat modern zaman sekarang.

Setelah ditentukan baik secara implisit ataupun eksplisit,  maka pemimpin di keluarga ini akan memimpin keluarga tersebut mengarungi kehidupan di dunia fana yang sangat bergejolak  ini, bagaikan seorang kapten kapal memimpin anak buahnya mengarungi lautan yang penuh dengan  mara bahaya.

Bila Sang Pemimpin dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka keluarga ini akan berhasil membuat para anggota keluarga tersebut hidup lebih bahagia dan bermakna .

Bila Pemimpin Keluarga ini berhasil, maka anak anaknya juga akan belajar dari Pemimpin Keluarga ini sehingga metode tersebut bisa diduplikasi ke keluarga anak anaknya di kemudian hari.

Hal ini akan berlaku turun temurun sehingga keluarga ini akan dikenal sebagai keluarga yang bisa memberikan contoh yang baik buat keluarga keluarga yang lain.

Bila ternyata sebaliknya pemimpin keluarga ini tidak bisa memimpin dengan baik, maka jangan heran kehidupan  anggota keluarganya berantakan.  Anggota keluarga tesebut bisa terjerumus ke dalam hal hal yang negatif, misalnya terlibat narkoba, penipuan, pembunuhan ataupun kriminalitas lainnya.

Oleh karena itu sangat krusial Pemimpin Keluarga ini. Arah tujuan keluarga sangat tergantung dari Sang Pemimpin ini.

Share:

Komentar (1)

Amin Untario

Jumat, 17 Juni 2022 10:50

Mudah Mudah2an bermanfaat ????????????

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS