Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

Artikel Populer

Jum'at, 08 Juli 2022

Nasihat Nagarjuna Kepada Raja

Saringan Otak

Oleh: Upa. Satyamita Kurniady Halim

Jum'at, 23 Desember 2022

MBI

Banyak orang yang meminta orang lain untuk fokus, tapi tidak mengajarkan bagaimana caranya untuk fokus.

Apakah Anda kerap kesulitan fokus untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus?  Jika iya, Anda tidak sendiri. Banyak diantara kita yang sulit untuk fokus karena memiliki yang diistilahkan sebagai monkey mind atau pikiran monyet. Istilah monkey mind berarti seseorang yang memiliki kecenderungan pikiran 'melompat-lompat', dari satu hal ke hal lainnya. Dengan kecenderungan pikiran monkey mind yang sulit fokus terhadap satu hal, maka produktivitas akan terganggu dan hasil pekerjaanpun menjadi tidak maksimal. Penyebab munculnya monkey mind bisa banyak hal, bisa saja karena tekanan dan kecemasan, pengaruh dari teman maupun sosial media.  Apalagi kita hidup di zaman yang penuh distraksi yang akan semakin “memberi makan” monkey mind untuk tumbuh liar.


Tapi dengan memberi kesempatan kepada monkey mind, yang cenderung meloncat dari ke masa lalu maupun masa depan, kita jadinya cenderung stres.  Karena otak kita tidak dirancang untuk melakukan banyak hal di satu waktu. Dan sering otak kita terlalu banyak difokuskan kepada hal yang tidak penting. Pernahkah kita membawa mobil atau motor pulang rumah dan kemudian saat tiba di rumah, Kita baru sadar bahwa ternyata kita tidak mengingat jalan apapun yang dilewati atau tidak sadar bagaimana benar-benar sampai di rumah?   Itu adalah contoh kita sudah menjadi autopilot saking dikuasai oleh monkey mind yang selalu melompat karena tidak tahu harus fokus pada mana yang penting.  Kita seolah-olah sudah tidak hidup walaupun kita masih bernapas.

Pilihan untuk berhenti dari Monkey Mind adalah dengan kembali hadir di sini dan saat ini.  Ada begitu banyak keajaiban tentang hadir di sini di saat ini.  Ini juga merupakan keadaan di mana otak kita dapat menciptakan sesuatu yang baru, kebiasaan baru, respons baru sehingga membentuk pola baru.  Ketika kita memfokuskan diri kita terhubung dengan apa yang akan kita amati di dalam diri sendiri maupun di lingkungan kita, berkat Reticular Activating System (RAS), kita akan dapat melihat hidup kita melalui mata yang baru.

Reticular Activating System (RAS) adalah kumpulan saraf di batang otak kita yang menyaring informasi yang tidak perlu sehingga hal-hal penting bisa masuk.  RAS menyaring apa yang kita fokuskan sebagai apa yang penting saat itu.  Semua ini terjadi tanpa kita sadari.  RAS memprogram dirinya sendiri untuk bekerja sesuai keinginan kita, tanpa kita secara aktif melakukan apa pun. Hebat bukan?  Contoh aplikasi RAS adalah ketika kita sedang mencari sebuah kunci kecil di dalam tas  yang penuh dengan banyak barang. Saat itu otak akan melakukan saringan untuk untuk fokus pada benda kecil dengan bentuk bergerigi sesuai dengan kriteria tadi.  RAS selaku saringan di otak akan menyaring berbagai barang yang ada di tas. 

Tangan dan mata kita akan dikoordinasikan untuk fokus pada kriteria yang sudah dibuat serta mengabaikan benda lainnya yang tidak sesuai dengan kriteria tersebut.  Itulah alasannya kita sering lupa barang apa yang ada di tas karena saringan di otak tidak memperhatikan hal yang dirasa tidak penting. Demikianlah saat kita membiarkan monkey mind meloncat kesana kemari, maka kita akan semakin sulit mengenali apa yang penting saat itu, karena semua hal kecil menjadi terasa penting.  Menariknya adalah kita dapat melatih saringan otak (RAS) kita untuk mengajaknya memperhatikan apa yang penting saat ini, karena hal yang tidak penting akan diabaikan belaka. 

Jadi bagaimana caranya mengelola saringan yang ada di otak kita untuk fokus kepada hal yang penting? Adalah dengan mempraktekkan hadir melalui praktek Meditasi (Samadhi) dan Mindfulness (sati).  Meditasi adalah latihan kesadaran dengan meletakkan fokus mengamati satu hal di satu waktu.   Saat pikiran sedang terganggu, stres, atau kewalahan, kita bisa mengembalikan fokus dengan mengistirahatkan perhatian pada satu titik fokus, biasanya adalah napas.  Sementara Mindfulness adalah kembali hadir menyadari apa yang sedang terjadi saat ini baik di dalam maupun di sekitar kita.  Mempraktikan meditasi maupun mindfulness secara konsisten sebagai gaya hidup akan sangat penting untuk hidup kita.  Karena semakin sibuk hidup kita, semakin kita membutuhkan mindfulness dan bentuk meditasi lainnya.

Kita mulai mempraktikan mindfulness dalam berbagai kegiatan, ketika kita sedang menyikat gigi, kita dapat melatih saringan di otak kita (RAS) untuk penting dengan menyadari dan merasakan setiap gerakan saat sikat gigi.  Begitu juga saat makan, mencuci piring, menyapu, bernyanyi, bekerja, dan sebagainya.  Karena jika kita tidak melatih saringan di otak (RAS) untuk penting dengan apa yang sedang terjadi saat ini, maka kecenderungan kita adalah mengikuti monkey mind kembali, melakukan banyak hal tanpa disadari lagi, sehingga kebiasaan kita menjadi kurang fokus dan sulit berkonsentrasi.

Oleh karena itu, saat berjalan ke tempat kerja, cobalah melatih saringan di otak (RAS) kita dengan memperhatikan suara atau aroma sekitar.   Saat makan siang, cobalah untuk benar-benar menikmati makanan dengan mengamati dan mengarahkan saringan otak kita untuk merasa penting merasakan makanan kita. Bukan makan sambil menonton televisi atau scrolling tanpa akhir melihat gosip maupun joget di media sosial.  Di aktivitas apapun, berlatihlah untuk memperhatikan apa yang terjadi saat ini sebagai hal yang penting.  Dengan demikian kita sedang melatih saringan otak (RAS) kita untuk memperhatikan apa yang penting saat ini.

Demikian juga saat awal melakukan meditasi, kita mungkin merasa kesulitan untuk duduk diam. Baru 1 menit saja, pikiran monkey mind sudah kembali meloncat.  Itu adalah hal yang wajar.  Yang kita perlu lakukan hanyalah mengembalikan saringan otak kita (RAS) kita mengamati yang penting saat ini dengan kembali mengamati objek meditasi seperti napas.  Dengan melakukannya secara berulang, kita secara otomatis akan memperkuat “otak sadar” kita.

Dan beberapa hari lagi kita akan memasuki Tahun Baru.  Apa resolusi Tahun Baru Kita?  Bagaimana caranya mengelola fokus untuk mengenali apa yang penting saat ini sehingga resolusi Tahun Baru dapat tercapai dan bukan sekedar resolusi belaka?
Semoga salah satu resolusi kita adalah mengelola fokus melalui saringan otak (RAS) yang sudah ada selama ini.  

Selamat berlatih.  
Semoga tetap Hidup Sadar. 

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS