Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

Doing Non-Doing

Oleh : Upa. Satyamita Kurniady Halim

Jum'at, 09 September 2022

WBI

Ya, ini bukan salah penulisan.  Menariknya dari paradoks melakukan Non-Doing adalah suatu seni untuk “berhenti”.  Praktik "non doing" sebagai "latihan" (atau "tanpa latihan") meditasi yang sering ditemukan di meditasi Zen, terkhusus tradisi yang mengajarkan dan mempraktekkan non-dualitas.  Tapi mengapa melakukan aktivitas “berhenti” dalam bermeditasi?  Apa yang dimaksud dengan Doing Non-Doing, melakukan tanpa laku dalam bermeditasi?


Berhenti

Berhenti mungkin sering sekali dianggap sebagai kegiatan pasif dan malas.  Namun sudah menjadi kebiasaan kita suka menyelesaikan atau memperbaiki masalah dalam kehidupan ini.  Kita merasa ada sesuatu yang salah dan harus diperbaiki dalam hidup ini.  Kita merasa “harus” sukses dalam hidup, seolah hidup ini, saat ini ada kurangnya, kita merasa “harus” berhasil dalam mendidik anak, “harus” menyelesaikan masalah dalam hidup ini seolah otak kita sudah diprogram “harus” menyelesaikan persoalan dalam hidup kita. Sementara, kadang solusi terbaik mungkin tidak perlu diperbaiki, kita hanya perlu sekedar duduk, berhenti, menarik napas dan melihatnya dengan perspektif yang berbeda.

 

Berlatih berhenti pada dasarnya adalah berlatih berhenti dari kesibukan kita yang kita rasa “harus” menyelesaikan masalah hidup ini.  Saat menghentikan aktivitas mental dan fisik kita, maka kewaspadaan tumbuh dengan sekedar berada pada momen saat ini.  Mengapa penyadaran (mindfulness) muncul saat kita berhenti?  Karena penyadaran biasanya sudah ada, tapi "tersembunyi dalam kebisingan", sehingga saat melakukan praktek berhenti, kita dapat kembali hadir bersama hakikat sejati batin kita sendiri.

 

Melakukan Tanpa Laku

Dalam bukunya Wherever You Go There You Are yang laris, Jon Kabat-Zinn menulis meditasi sebagai seni tidak melakukan apa-apa.  Hanya dengan sengaja meluangkan waktu untuk menghentikan semua aktivitas dan hening, tanpa agenda selain hadir sepenuhnya.  Kita hanya sekedar berlatih mengenali dan menyadari apa adanya.  Ketika kita mampu melakukannya, kita akan menyadari bahwa segala sesuatu itu sudah baik, tidak perlu kita yang “harus” mengubah ini ataupun kita.  Kita mampu hadir di kekinian, melihat dengan jelas dan segar.  Ini adalah latihan non-doing, tapi bukan berarti pasif atau tidak melakukan apapun.

 

Jadi, kapan terakhir Anda mengizinkan diri Anda sendiri untuk sekedar berhenti, hening dan sekedar berada dengan apa pun yang ada yang saat ini?  Sekedar menyaksikan awan bergerak di langit?  Sekedar duduk dan menghitung napas Anda?  Sekedar merasakan otot-otot Anda berubah?  Kapan Anda mengizinkan diri Anda non-doing? Mari saya mengundang Anda sekedar berhenti dan kembali hadir.  Anda tidak “harus” mengubah banyak hal dalam hidup ini kok.  Marilah berhenti dan kembali hadir.

 

Setelah membaca artikel pendek ini, cobalah sekedar berhenti memaksakan hal yang “harus” dalam hidup Anda.  Sekedar melihat apa yang apa yang ada di hadapan Anda. Sekedar kembali hadir dan merasakan napas Anda sendiri.  Sekedar berhenti dan non-doing. Panggillah kembali hakikat sejati batin Anda yang sudah lama terkubur.

 

Referensi:

Wherever You Go There You Are, Jon Kabat-Zinn

The Method of No Method: The Chan Practice of Silent Illumination, Chan Master Sheng Yen

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS