Jakarta — Sangha Agung Indonesia memperingati 67 Tahun Pengabdian melalui berbagai rangkaian kegiatan nasional yang mencerminkan semangat kepedulian terhadap lingkungan, pembinaan spiritual umat, serta penguatan nilai persatuan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gerakan penanaman pohon sebanyak 9.207 pohon yang dilaksanakan secara serentak di 28 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Sangha Agung Indonesia dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.
Selain aksi penghijauan, Sangha Agung Indonesia juga menyelenggarakan program “Sangha Mengajar” yang dilaksanakan sebanyak tiga kali dan diikuti oleh kurang lebih 72 wihara di seluruh Indonesia. Program ini menjadi sarana pembinaan Dhamma dan penguatan spiritual umat Buddha melalui penyampaian nilai-nilai kebajikan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan “Sangha Mengajar” pertama dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2026 dengan pembicara Bhante Nyanasuryanadi, Mahathera. Selanjutnya pada tanggal 4 April 2026 disampaikan oleh Bhante Nyanaprathama, Mahasthavira, dan pada tanggal 11 April 2026 oleh Y.M. Tensin Tringyal, Sthavira. Antusiasme umat terlihat dari partisipasi aktif puluhan wihara dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti kegiatan tersebut.
Acara puncak peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 di Prasadha Jinarakkhita, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, Dirjen Bimas Buddha Drs. Supriyadi, M.Pd, para pejabat pemerintah, tokoh agama, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Dirjen Bimas Buddha Drs. Supriyadi, M.Pd, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, Ketua Umum Sangha Agung Indonesia Y.M. Khemacaro Mahathera, serta Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia Amin Untario melakukan pemotongan pita sebagai tanda dibukanya Pameran Relik yang bertempat di Balai Kenangan Sukong.
Kegiatan ini juga diisi dengan doa lintas agama yang diikuti oleh enam perwakilan agama sebagai simbol persatuan, toleransi, dan keharmonisan antarumat beragama di Indonesia. Perwakilan umat Buddha dalam doa lintas agama tersebut dipimpin oleh Y.M. Dharmavimala, Mahathera.
Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan film dokumenter berjudul “Y.M. MNS. Ashin Jinarakkhita, Mahasthavira: Jejak Langkah Sang Pelopor di Nusantara”. Film dokumenter ini mengangkat perjalanan dan pengabdian Y.M. MNS. Ashin Jinarakkhita, Mahasthavira sebagai pelopor kebangkitan agama Buddha di Indonesia serta kontribusinya dalam membangun persatuan dan pembinaan umat Buddha di Nusantara.
Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian para anggota Sangha dalam membimbing umat, menebarkan nilai kebajikan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan bangsa. Dengan semangat pengabdian yang terus diwariskan, Sangha Agung Indonesia diharapkan senantiasa menjadi pelita bagi masyarakat Indonesia dan membawa manfaat bagi semua makhluk.







