Kita, Dhamma: Sagin Sudah Sampai Mana?
Anita
Senin, 25 Mei 2026
SEKBER PMVBI (Pemuda Buddhayana)
kalian berpikir, bagaimana ajaran Buddha dapat kembali hadir dan berkembang di Indonesia sampai hari ini? Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pasti ada yang menjaga dan meneruskannya. Tapi siapakah yang melakukannya ?
Peran itu dijalankan oleh Sangha Agung Indonesia (Sagin), sebuah persamuhan bhikkhu sejak tahun 1959 hingga sekarang ini, di usia ke-67, mereka masih setia membimbing umatnya. Kehadiran mereka bukan sebatas simbol, tetapi juga sebagai penuntun agar ajaran Buddha tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik berbagai kegiatan tersebut, terdapat pula Program Sangha Mengajar. Melalui program ini, umat Buddha diajak untuk mendengarkan Dharma yang akan disampaikan oleh tiga guru yang berasal dari tiga tradisi. Program ini tidak hanya memperkaya pemahaman, tetapi juga mengingatkan bahwa esensi peringatan ini terletak pada upaya menumbuhkan kesadaran dalam diri.
Kita mungkin sering mendengarkan ajaran Buddha, tetapi sejauh mana kita mempraktikkannya? Jangan-jangan kita cuma mendengarkan dan memahami, tapi tidak menerapkannya? Dalam peringatan tahun ini, umat diajak untuk lebih aktif, ikut terlibat, belajar, sekaligus mempraktikkan Dharma. Sangha membimbing, di sisi lain umat belajar bersama; mendengar, merenungkan, dan menjalankan Dharma.
Perjalanan 67 tahun SAGIN adalah bukti bahwa nilai-nilai Dharma tidak pernah hilang. Momen perayaan hari lahir SAGIN ini sejalan dengan misi Buddhayana yang menekankan pada transformasi diri dan transformasi sosial. Kegiatan belajar Dharma dan upaya mengontekstualisasikannya dalam sehari-hari merupakan bentuk transformasi diri. Sedangkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari transformasi sosial sebagai upaya menciptakan kehidupan yang lebih baik dan wujud nyata dari ajaran Buddha tentang pentingnya keharmonisan antara manusia dan alam.
Jadi, marilah kita jadikan HUT ke-67 SAGIN sebagai dorongan untuk mulai bergerak dengan mempraktikkan ajaran Buddha dalam hal-hal sederhana sebagai dorongan untuk pribadi yang lebih baik dan ikut berkontribusi dalam kebaikan, sekecil apa pun itu dengan niat tujuan untuk kebahagiaan banyak makhluk. Dengan begitu, ajaran yang dijaga oleh SAGIN tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari hidup kit
Komentar (0)