Eco-Dharma Langkah Konkret Atasi Krisis Lingkungan, Benar atau Tidak?
Wenda Fenisia - Sumatera Selatan
Selasa, 26 Mei 2026
SEKBER PMVBI (Pemuda Buddhayana)
“Akhir-akhir ini makin panas ya? Tapi wajar, namanya juga cuaca, pasti berubah-ubah.” Kalimat ini terdengar sederhana, bahkan sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Perspektif ini kerap dipandang sebelah mata karena dianggap tidak penting. Padahal, perubahan suhu, musim yang kian tidak menentu, serta meningkatnya frekuensi bencana seperti banjir dan kekeringan bukanlah fenomena alam biasa, melainkan tanda nyata bahwa lingkungan sedang mengalami krisis.
Sehubungan dengan Peringatan Pengabdian 67 Tahun Sangha Agung Indonesia, diadakanlah kegiatan penanaman 6.700 pohon di wihara-wihara yang tersebar di Indonesia sebagai bentuk nyata Eco-Dharma. Program ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan langkah sederhana seperti menanam pohon, manusia turut berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih baik.
Jadi tunggu apa lagi? Ayo ikut serta menanam pohon dalam rangka HUT ke-67 Sagin! Jika bukan dimulai sekarang, kapan lagi?
Janganlah meremehkan kebajikan walaupun kecil dengan berkata:
'Perbuatan bajik tidak akan membawa akibat.'
Bagaikan sebuah tempayan akan terisi penuh oleh air
yang dijatuhkan setetes demi setetes,
demikian pula orang bijaksana
sedikit demi sedikit memenuhi dirinya dengan kebajikan.
—Dhp 122
Komentar (0)