Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel
  • Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menepis Keraguan Diri: Langkah Awal Mengunci Tekad

Cari

Tampilkan Artikel

Menepis Keraguan Diri: Langkah Awal Mengunci Tekad

U.A.P. Sakya Kusala Citta Yeni Kurniawan

Jum'at, 16 Oktober 2026

MBI

Dalam menjalankan praktik Dharma, bukan hanya membutuhkan kemauan saja, tetapi harus dibarengi dengan tekad. Ketika kemauan saja tidak cukup, maka mengubah keinginan menjadi Tekad Kuat. Tekad akan membuat kita kuat, meski ada halangan yang datang bertubi-tubi.


Tekad atau Adhitthana artinya kemantapan dan keteguhan hati untuk menyelesaikan sampai tuntas apa pun yang sudah diputuskan. Tekad adalah pondasi mendasar yang membuat kita kuat menahan segala rintangan maupun tantangan yang timbul ketika kita berusaha mewujudkan tujuan dan cita-cita kita. Tanpa tekad kita akan mudah menyerah karena tidak memiliki semangat untuk melawan rintangan yang ada.

Tekad yang bulat dan kuat akan membangkitkan motivasi dan semangat kita untuk berjuang sampai tuntas. Contoh tekad yang paling kuat adalah ketika pangeran Siddhartha Gotama memutuskan untuk mencari obat bagi penderitaan yang disebabkan oleh umur tua, sakit dan kematian, dengan usahanya sendiri. Buddha adalah sosok yang memiliki tekad kuat yang tidak tertandingi. Berbagai bentuk kelahiran telah dilaluinya, dan berkat kegigihan usahanya, Ia berhasil mencapai kebuddhaan.

Tekad membuat kita memiliki keyakinan bahwa kita akan mampu mewujudkan apa yang menjadi tujuan dan aspirasi kita. Tekad membuat kita mampu menahan keinginan dan menunda kesenangan sesaat agar kita bisa mencapai tujuan. Tekad juga memampukan kita untuk mengendalikan pikiran, perasaan, atau keinginan yang tidak baik, serta untuk mengelola dan mengatur diri sendiri, sehingga mendukung keberhasilan dari pencapaian tujuan kita.

Sikap yang harus dilakukan untuk membangkitkan tekad yang kuat :

1.       Tekun

Orang yang memiliki tekad tentunya akan tekun dan bersungguh-sungguh dalam melakukan segala hal yang mendukung tercapainya tujuan. Konsisten menjalankan tindakan meski menghadapi tantangan, tanpa menyerah di tengah jalan.

2.       Fokus pada tujuan

Fokus pada tujuan adalah sebuah cara untuk memastikan kita hanya tertuju pada satu hal yang paling ingin kita raih, tidak tergoda untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Memusatkan pikiran dan perhatian penuh pada target yang ingin dicapai tanpa terdistraksi hal lain.

3.       Bekerja keras

Mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, dan upaya terbaik secara maksimal demi merealisasikan tujuan. Kerja keras adalah kunci keberhasilan untuk mewujudkan keinginan atau cita-cita yang membuat hidup kita lebih baik dan lebih berkualitas.  Kerja keras merupakan praktik nyata yang dapat mendukung keberhasilan cita-cita.

4.       Berani menghadapi tantangan

Siap melangkah keluar dari zona nyaman dan menghadapi kendala atau ketakutan dengan optimis.  Dalam menjalani kehidupan, tantangan sudah pasti ada dan hampir tidak mungkin bisa dihindari. Berusaha menghindari tantanga bukanlah pilihan yang bijak. Dengan menghadapi tantangan akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih tangguh, dan keterampilan kita dalam menyelesaikan masalah jadi terasah yang membuat kita menjadi sosok yang lebih dewasa dan punya pengalaman ketika nanti dihadapkan pada situasi yang serupa.

Mengapa Tekad penting dalam hidup kita?

Tekad sangat penting dalam kehidupan karena menjadi pendorong utama yang mengubah keinginan menjadi kenyataan. Tekad membantu fokus pada apa yang ingin dicapai, sehingga energi dan waktu tidak terbuang untuk hal-hal yang kurang penting. Saat menghadapi kegagalan, kendala, atau penolakan, tekad yang kuat mencegah seseorang untuk gampang menyerah dan mendorongnya untuk bangkit kembali.

Di dalam meraih kesuksesan dari setiap aspek dari kehidupan ini, kita membutuhkan tekad. Baik untuk pencapaian yang bersifat duniawi maupun spiritual, kita perlu suatu tekad yang kokoh dan teguh agar apa yang telah direncanakan dan dicita-citakan bisa direalisasikan.

Tekad adalah pondasi yang mendasar untuk menahan segala rintangan atau tantangan yang timbul.  Tidak ada kondisi atau keadaan yang bisa menjadi lebih baik, jika tanpa adanya tekad ini.

Di dalam kitab suci Sangiti Sutta, Patika Vagga - Digha Nikaya 33, dikatakan bahwa ada  Empat Macam Tekad yang bisa menuntun kita menuju kebahagiaan dan kesuksesan hidup.

1.       Tekad untuk memperoleh Kebijaksanaan (Pannadhitthana)

Baik disaat senang maupun susah, hendaknya pedoman hidup atau rambu-rambu kehidupan harus selalu dimiliki sebagai acuan sehingga apapun yang dipikirkan, diucapkan dan diperbuat tidak merugikan siapa pun dan bermanfaat bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi semua makhluk hidup sehingga membangun kebijaksaan dalam diri. Dia tidak akan menjadi sombong karena pujian atau patah semangat karena celaan.

2.       Tekad untuk menjunjung tinggi Kebenaran (Saccadhitthana)

Baik di saat senang maupun susah, kebenaran harus selalu dijunjung tinggi.  Yang salah harus diperbaiki dan yang benar harus dijunjung tinggi.  Hidup sesuai moralitas dengan melakukan yang bermanfaat dan membawa kebaikan, dan menghindari tindakan yang tak bermanfaat dan merugikan. Dengan menjadikan ajaran Buddha sebagai pedoman kehidupan maka apa pun yang terjadi kita terima sebagai kenyataan hidup.  Kita belajar menerima bahwa semua yang kita alami merupakan hasil atau akibat dari perbuatan kita sendiri.

3.       Tekad untuk memiliki Kemurahan Hati (Cagadhitthana)

Hendaknya kita berbuat bajik, bukan karena ingin dipuji, atau karena dianjurkan. Perbuatan bajik itu hendaknya murni timbul dari diri sendiri karena kita merasa senang bisa melakukan kebajikan dan berempati terhadap penderitaan orang lain dan ingin membantu meringankan penderitaannya.  Disamping itu, perbuatan bajik itu hendaknya dilakukan dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih.  Kondisikanlah batin bahagia sebelum melakukan kebajikan, pada saat melakukan kebajikan, dan setelah selesai melakukan kebajikan.  

4.       Tekad untuk memperoleh Ketenangan (Upasamanadhitthana)

Apapun yang terjadi, baik maupun buruk, kondisi batin hendaknya senantiasa stabil. Ketika kita sedang berbuat baik bisa saja kita juga mengalami hal-hal yang tidak diharapkan. Misalnya dicela, direndahkan, difitnah  atau disakiti. Ini adalah hal yang wajar terjadi kepada siapa pun. Namun hendaknya kita tidak terguncang oleh celaan maupun pujian.  Tetaplah memelihara kestabilan dan ketenangan batin sehingga kita tetap bisa mengambil keputusan dan tindakan yang tepat, yakni tindakan yang bermanfaat dan tidak menyebabkan kerugian maupun penderitaan bagi siapa pun.


Semoga dengan mengetahui tentang pentingnya tekad, kita dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih  baik, dapat mengembangkan sikap batin yang mendukung bangkitnya tekad dalam diri, serta memiliki tekad kuat dalam menyelesaikan masalah secara positif.

 

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS