Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel
  • Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Generasi Muda Alami Stigma Konsumtif, Benar atau Tidak?

Cari

Tampilkan Artikel

Generasi Muda Alami Stigma Konsumtif, Benar atau Tidak?

Wenda Fenesia – Sumsel

Jum'at, 12 Juni 2026

MBI

“Lagi diskon 50% nih, beli atau tidak ya? Sangat disayangkan jika tidak dibeli. Lebih baik membeli daripada menyesal.” Perspektif ini tentunya sering kali muncul dalam pikiran penulis maupun pembaca ketika dihadapkan dengan kondisi yang dirasa merugikan jika dilewatkan. Bahkan tidak sedikit orang yang tergiur dengan tawaran ini sekalipun ia dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Namun tahukah kalian, bahwa tanpa kita sadari gaya hidup seperti ini termasuk dalam gaya hidup konsumtif.


Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Universitas Pancasakti Tegal, di tahun 2024, menunjukkan bahwa sebesar 68,2% mahasiswa memiliki tingkat perilaku konsumtif yang tinggi. Sebagai umat Buddha, tentunya hal ini bertolak belakang dengan praktik buddhis yang telah diajarkan oleh Guru Agung kita. Buddha menjelaskan dalam Dhammacakkappavattana Sutta (SN 56.11), bahwa minimalisme adalah praktik jalan tengah, di mana kita bisa menemukan keseimbangan antara kesenangan dan penolakan, yang pada dasarnya kita hanya menggunakan materi yang benar-benar digunakan dan bermanfaat bagi kehidupan kita. Oleh karena itu, berikut ini terdapat beberapa cara yang dapat diambil untuk menerapkan gaya hidup minimalis.

1. Kesederhanaan
Dalam Karaniya Metta Sutta (Sn 1.8) menegaskan bahwa kesederhanaan bukanlah tujuan moral, melainkan fondasi praktik yang memungkinkan seseorang untuk membebaskan dirinya dari keterikatan dan keinginan indria. Jadi seseorang hanya membeli materi yang benar-benar digunakan dan tidak terikat dengan harta benda yang berlebihan.

2. Kepuasan
Santuṭṭhitā Sutta (AN 6.114) menekankan bahwa kebahagian sejati tidak didapat dari pengejaran kekayaan ataupun kepemilikan harta benda, melainkan pada kesederhanaan hidup yang terbebas dari cengkraman keinginan dan keterikatan. Hal paling mudah yang dapat dilakukan adalah belajar merasa puas dengan kebutuhan dasar dan mengurangi kebergantungan pada hal-hal eksternal kebutuhan dasar.

3. Pelepasan Keinginan Materi
Dalam Sutta Nipāta menegaskan bahwa pelepasan keinginan materi adalah jalan menuju kebebasan batin dan kebahagiaan sejati. Sehingga kebahagiaan tidak ditemukan dalam akumulasi harta benda. Dalam konteks ini, kehidupan biksu digambarkan sebagai kehidupan yang ideal. Namun sebagai umat perumah tangga, kita bisa berlatih untuk hidup sederhana dan mengurangi keinginan terhadap barang-barang mewah.

4. Kesadaran Penuh (Mindfulness)
Satipaṭṭhāna Sutta menekankan bahwa pemahaman yang jernih (sampajañña) dalam setiap aktivitas sehari-hari akan membantu seseorang membedakan antara kebutuhan dan keinginan (taṇhā). Kesadaran penuh dapat dilatih dengan meditasi yang berfokus pada napas (Anapanasati) yang mampu menenangkan pikiran dan melatih konsentrasi (Samadhi).

Gaya hidup konsumtif sesungguhnya tidak akan membawa kebebasan batin dan kebahagiaan sejati, namun hanya akan mendatangkan keterikatan pada materi. Untuk itu diperlukan penerapan gaya hidup yang sederhana, tidak berlebihan, tidak terikat pada materi dan sadar penuh guna memupuk kehidupan ideal yang sesuai dengan ajaran Guru Agung kita. Jadi tunggu apa lagi? Ayo ubah kebiasaan dirimu dari langkah-langkah kecil! Jika bukan sekarang, kapan lagi?.

Chaḷaṅgavittaraṃ yogaṃ, taṇhāya na samucchidaṃ; Māraṃ oghativasantaṃ, saṅkappabahulaṃ naraṃ. ” (Dhammapada Ayat 339).
“Apabila tiga puluh enam nafsu keinginan di dalam dirinya mengalir deras menuju objek-objek yang menyenangkan, maka gelombang pikiran yang penuh nafsu akan menyeret orang yang memiliki pandangan salah seperti itu.”

Daftar Pustaka

Subdibyo,H.(2024).Tingkat Perilaku Konsumtif Generasi Z pada Mahasiswa Universitas Pancasakti, 10(1),21.

Samaggiphala.Tanha Vagga.[ https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/tanha-vagga/].

Minimalisme sebagai Praktik Spiritual.Patf of Sincerity.[https://www.pathofsincerity.com/minimalism-as-a-spiritual-practice/].

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS