Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

PESAN WAISAK 2570 TB / 2026

Sagin

Jum'at, 29 Mei 2026

MBI, Sagin, Sekber Yabuddhi, Wulan Bahagia, WBI, SIDDHI, SEKBER PMVBI (Pemuda Buddhayana)

Namo Sanghyang Ādi Buddhāya

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsabuddhassa

Namo Sarve Bodhisattvāya Mahāsattāya
 

MENEBAR CINTA, MENUMBUHKAN PERDAMAIAN DUNIA

 

Peristiwa kelahiran Maha Bodhisatwa Siddhartha di Taman Lumbini, pencapaian pencerahan sempurna Samana Gotama menjadi Buddha Sakyamuni di Bodhgaya, dan Mahaparinirwana Buddha Sakyamuni di Kusinara kembali diperingati. Bait-bait suci parittā, sutta dan gāthā dilantunkan penuh khidmat untuk menyambut hadirnya bulan Waisaka. Perenungan pada cinta kasih agung Buddha menjadi teladan bagi semua umat Buddha dalam mewujudkan perdamaian dunia.  Pancaran cinta kasih  kepada semua makhluk menjadi cahaya bagi umat manusia untuk memahami makna perdamaian sejati.


Di tengah dunia yang terus berubah dan sering diliputi kegelisahan, momentum Waisak mengingatkan kita bahwa perdamaian sejati tidak datang dari luar, melainkan tumbuh dari dalam hati yang jernih dan penuh cinta kasih di dalam diri kita masing- masing. Memulai dari diri sendiri, cinta kasih kepada semua makhluk dipancarkan tanpa batas, ke atas, ke bawah dan ke sekeliling; tanpa rintangan, tanpa benci dan tanpa permusuhan (Metta Sutta, Sutta Nipata, Syair 150).

Tema Waisak Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia mengajak semua umat Buddha memahami Dharma secara kontekstual bukan hanya sebatas tekstual. Mengedepankan praktik Dharma daripada hanya sebatas membaca dan menghafalkan Dharma. Cinta kasih harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari yang dikembangkan dari dalam diri dan diterapkan ke sekeliling kita baik dalam keluarga, masyarakat dan kepada semua makhluk pada kehidupan sehari-hari melalui sikap dan tindakan nyata.

Ajaran Buddha tentang kalimat sabbe sattā bhavantu sukhitattā sangat terkenal di kalangan umat Buddha, hendaknya tidak hanya menjadi sebuah slogan. Pesan sederhana ini memiliki makna mendalam bahwa cinta kasih melampaui batas diri, keluarga,  suku,  agama,  ras,  antar golongan dan  bangsa.  Cinta kasih  bukan sekadar perasaan, melainkan pilihan aktif dan sadar untuk hadir mempersembahkan kebahagiaan bagi sesama. Cinta bukan sekadar kata, melainkan tindakan nyata yang lahir dari hati yang tulus. Ia hadir dalam sikap saling menghormati, membantu tanpa pamrih, dan memahami tanpa menghakimi.  Cinta merupakan praktik tulus dalam menumbuhkan perdamaian.

Di tengah dunia yang sering dipenuhi konflik dan perbedaan, hendaklah para siswa Buddha mampu menjadikan ajaran tentang cinta kasih sebagai dasar dalam membangun sikap toleransi, saling menghormati, dan menciptakan kehidupan yang damai serta harmonis. Dalam Sigalovada Sutta, kita diajarkan tentang pentingnya hubungan yang harmonis dan saling menghormati. Hidup sesuai etika yang benar untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan damai. Sebuah ajaran yang mengingatkan kita untuk saling asah, asih dan asuh dengan mengedepankan sikap saling bertanggung  jawab, menghargai dan menghormati sesama.

Perjalanan menuju perdamaian dunia memang tidak mudah, namun perdamaian dunia bukanlah mimpi mustahil. Cinta kasih dimulai dari diri sendiri, sebuah hati yang bersih dari kebencian dan keserakahan. Setiap hal kecil yang dilakukan dengan penuh kasih akan membawa perubahan besar jika dilakukan dengan konsisten dan dalam waktu yang lama. Cinta kasih adalah jembatan yang menghubungkan perbedaan menjadi pemahaman untuk saling menghargai dan saling menghormati. Empat kualitas luhur dalam Brahmavihara yaitu cinta kasih, kasih sayang, simpati, dan keseimbangan batin merupakan sifat penting yang perlu dipelihara dalam memelihara perdamaian.

Pencapaian penerangan sempurna pertapa Siddharta memberikan inspirasi bagi kita, bahwa untuk mencapai pencerahan yang menuntun pada sebuah kedamaian nan mulia dibutuhkan sebuah upaya yang tidak lahir secara instan melainkan penuh dengan usaha dan konsistensi. Demikian pula demi mewujudkan perdamaian dunia dibutuhkan usaha yang sangat panjang. Dengan pemahaman bahwa perdamaian dunia sesungguhnya dapat dicapai dengan memulai rasa cinta kasih kepada sesama secara konsisten.

Perdamaian dunia bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba atau tercipta dalam sekejap. Ia bertumbuh perlahan dari setiap hati yang dipenuhi cinta dan pikiran yang dilandasi kasih yang tulus. Setiap kebaikan kecil yang kita lakukan menjadi benih yang memperkuat jalinan harmoni di antara sesama. Setiap individu memiliki peran yang berharga dalam merawat dan menumbuhkan kedamaian di lingkungannya masing-masing. Ketika kita bersama-sama memilih cinta sebagai jalan hidup, dunia pun bergerak menuju perdamaian sejati.

Semoga berkah Waisak senantiasa melimpah kepada kita semua. Semoga berkah Waisak membawa kebahagiaan, kesejahteraan, keharmonisan dan kedamaian bagi kita semua, bagi Bangsa Indonesia, dan bagi seluruh dunia. Bahagia masyarakatnya, sejahtera bangsanya, harmonis negaranya, damai Indonesia dan damai bagi dunia. Selamat merayakan Trisuci Waisak 2570 TB / 2026.

Sabbe Sattā Bhavantu Sukhitattā

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia

Sādhu… Sādhu … Sādhu …

 
Jakarta, 31 Mei 2026

Mettacittena,

Dewan Pengurus Pusat Sangha Agung Indonesia

Khemacaro, Mahathera
Ketua Umum

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS