Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

Anicca

U.P. Indra Devi Monita

Selasa, 21 April 2026

MBI

Ajaran Buddha mengungkapkan fakta dan fenomena kehidupan. Salah satu kenyataan yang tidak dapat dibantah adalah ketidakkekalan. Contoh nyata dalam kehidupan kita sekarang, misalnya kita dari sehat bisa sakit, dari muda bisa tua, hari ini gembira, besok sedih, dari kaya bisa miskin atau sebaliknya, semua mengandung dualisme yang tidak pasti, namun semuanya harus bisa kita terima apa adanya sesuai kondisi berbuahnya karma.


Umat Buddha menyebutnya anicca, yang dibentuk dari dua suku kata a (awalan negatif yang berarti tidak) dan nicca (tetap, konsisten, kontinu). Segala sesuatu selalu berubah-ubah dalam semua proses, baik jasmani maupun batin. Apalagi pada zaman kemajuan teknologi saat ini, perubahan yang sedemikian cepat berdampak pada kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pemahaman akan anicca sangat penting. Kesadaran akan adanya anicca ini akan membantu mengatasi masalah sehari-hari seperti penolakan serta depresi, dan membuat kita tidak mudah putus asa.

Penolakan berarti tidak mau menerima keadaan. Kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. Misalnya, seseorang yang sehat tiba-tiba dinyatakan mengidap kanker sehingga harus menjalani proses pengobatan. Dia tidak menerima kondisinya, bahkan terkadang ada yang marah dan kecewa kepada dirinya. Tetapi, ketika dia sadar bahwa hidup ini tidak kekal, oleh sebab itu kesehatan dapat berubah menjadi menderita sakit, dia akan menerima keadaannya dan menjadi tenang. Dia mampu menjalani proses pengobatan dengan ketenangan itu, yang membantu proses penyembuhan dan pengambilan keputusan dengan tepat.

Pemahaman tentang anicca dapat membantu mencegah depresi. Masalah yang datang bertubi-tubi, persoalan yang terjadi silih berganti, dan beragam kondisi tidak memuaskan dapat memicu stres berlebihan, bahkan sampai bunuh diri.

Sadar bahwa segala sesuatu berubah dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dipertahankan, seseorang akan lebih mampu melepas. Dampaknya, masalah berkurang dan hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan akan diterima. Depresi pun dapat dihindari karena paham bahwa tidak ada hal yang akan tetap sama.

Perubahan tidak selalu negatif, namun ada sisi positif juga. Karena ada anicca, yang sakit bisa sembuh. Karena kondisi tidak selalu sama, yang gagal akan berhasil apabila bersemangat untuk mencoba lagi. Yang kalah, suatu hari akan menang bila terus rajin berlatih dan belajar strategi baru. Hari tidak selalu gelap dan mendung, akan tiba waktunya mentari kembali bersinar dan langit menjadi cerah. Itu karena semua hal tidak kekal. Maka, adanya anicca tidak selalu buruk.

Perubahan adalah sebuah kepastian. Apakah ada Tathāgata atau tidak, semua yang terkondisi tidak kekal tetap terjadi (AN 3.136). Setelah memahami ketidakkekalan, pikiran diarahkan ke hal-hal yang baik. Pikiran adalah pelopor, pikiran adalah pemimpin (Dhp.1). Arahkan pikiran untuk merenungkan dan menerima apa pun yang akan terjadi di kehidupan kita; baik suka-duka, hina-mulia, untung-rugi, pujian-celaan (Dutiyalokadhammasutta/A 8.6 ). Kita akan menjadi tenang, damai, dan bahagia.  Semoga dengan mengerti hukum Anicca kita semua bisa menerima kondisi yang terjadi apa adanya. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS