Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

Magnet Pikiran

U.A.P. Satyamitta Kurniady Halim

Jum'at, 22 Maret 2024

MBI

Pikiran kita seperti magnet yang akan terus menarik dan memfilter hal-hal yang dipercayai dan disukai. Setiap tindakan atau ide akan dipahami olehmu sesuai dengan cara kamu melihat dan memikirkannya. Semakin optimis kita, RAS kita akan semakin memfilter dan menarik kejadian tersebut bagi kamu. Sebaliknya, jika kita mengembangkan sikap negatif, kita akan menarik dan memfilter hal-hal negatif ke dalam hidup.


Mungkin kita pernah mendengar tentang magnet atau bahkan bermain-main dengannya. Di mana sifat magnet adalah menarik atau menolak sesuatu, seperti menarik benda-benda besi. Atau ketika kutubnya sama, maka terjadi daya tolak. Begitu juga dengan pikiran kita, yang memiliki karakteristik serupa. Kita bisa melihatnya dengan memperhatikan orang-orang di sekitarmu. Ketika kita tertarik pada sesuatu, kita cenderung menariknya dan menjadikannya pusat perhatian. Namun, ketika kita tidak suka, kita cenderung menolaknya.

Ketika kita diberi tugas, kita cenderung memilih tugas yang menarik atau mudah sehingga bisa diselesaikan dengan cepat. Namun, ada juga tugas-tugas yang terasa sulit karena tidak menyenangkan atau tidak menarik.

Teori Mobil Merah

Pernahkah mendengar tentang teori mobil merah? Sama halnya ketika kita memikirkan untuk membeli mobil merah dan tiba-tiba kita merasa melihat mobil merah di mana-mana. Dalam kehidupan ini juga demikian, begitu kita mulai fokus pada hal-hal tertentu yang menarik, kita mulai melihatnya di sekitar kita dan mengabaikan hal-hal yang tidak menarik.

Pada dasarnya, Teori Mobil Merah berhubungan dengan Reticular Activating Sytem (RAS), sebuah jaringan saraf penting di batang otak yang mengatur perhatian. Bayangkan RAS sebagai asisten pribadi bagi otak, yang menyaring informasi dan menentukan apa yang penting dan memerlukan perhatian kita serta apa yang tidak.

Dengan adanya RAS ini, maka pikiran kita, baik positif maupun negatif, secara signifikan mempengaruhi pengalaman yang kita tarik ke dalam kehidupan kita.  RAS, berfungsi sebagai penjaga yang waspada terhadap hal yang menarik untuk kita dengan menyaring informasi secara selektif berdasarkan apa yang menarik untuk kita fokuskan dan terasa menarik untuk kita. RAS kemudian membentuk persepsi kita akan realitas duniawi, pandangan kita terhadap dunia ini.

Apa yang Ditarik Magnet Pikiran Kita Saat Ini?

Pikiran kita seperti magnet yang akan terus menarik dan memfilter hal-hal yang dipercayai dan disukai. Setiap tindakan atau ide akan dipahami olehmu sesuai dengan cara kamu melihat dan memikirkannya. Semakin optimis kita, RAS kita akan semakin memfilter dan menarik kejadian tersebut bagi kamu. Sebaliknya, jika kita mengembangkan sikap negatif, kita akan menarik dan memfilter hal-hal negatif ke dalam hidup.

Kekuatan tarik-menarik adalah kekuatan netral. Pikiran berfungsi dengan cara yang sama, menarik ke dalam hidup kita situasi dan kejadian positif maupun negatif, sesuai dengan pikiran yang kita pikirkan. Jadi apakah kita mau dikendalikan oleh magnet pikiran kita menarik hal-hal yang tidak kita sadari adalah hal yang tidak bermanfaat? Atau kita hendak melatih pikiran kita untuk menarik hal-hal yang lebih bermanfaat? Latihlah pikiran sebelum dikendalikan pikiran kita.

Bosan Saat Bermeditasi

Dalam melatih pikiran kita agar tidak terlarut oleh hal-hal yang tidak diinginkan (Pali: dosa), atau terlalu terpikat pada hal-hal yang kita sukai (Pali: lobha), meditasi dan minduflness menjadi salah satu kunci utamanya. Namun, seringkali saat kita berusaha meditasi, kita merasa bosan.  Mengapa demikian? Karena kita cenderung melakukan hal yang sama, yaitu mengamati napas yang sama setiap kali. Namun, apakah benar napas kita selalu sama? Tidak, karena setiap napas kita selalu unik, selalu berbeda.  Tidak ada dua napas yang sama karena setiap sel tubuh kita selalu berubah.

Lantas, bagaimana agar meditasi menjadi lebih menarik? Kita dapat menciptakan magnet untuk pikiran kita sendiri dengan mencari hal yang menarik. Sebagai contoh, jika kita menyukai melihat ikan, kita bisa mengaitkan setiap napas dengan bayangan ikan yang lewat. Misalnya, saat menghitung napas, kita bisa bayangkan satu ikan lewat pada hitungan satu, dan demikian seterusnya. Atau jika kita suka membuat sushi, kita bisa menggantikan hitungan napas dengan hitungan sushi. Jadi setiap kali kita bernapas, kita menghitung sushi yang sedang kita buat. Ini membuat meditasi menjadi lebih menarik dan mengalihkan perhatian kita dari kebosanan. Intinya, kita perlu membuat pikiran kita menarik agar tidak terjebak dalam siklus yang membosankan.

Tidak Ada Sungai yang Sama

Herakleitos dari Efesus, seorang filsuf Yunani Kuno, pernah mengungkapkan, “Engkau tidak dapat turun dua kali ke sungai yang sama.”  Ungkapan ini menyampaikan tentang situasi yang terus berubah yang kita sering istilahkan sebagai anicca. Ketika kita melangkah ke dalam sungai untuk kedua kalinya, kita menyadari bahwa baik kita maupun sungainya telah mengalami perubahan.  Begitu juga dalam meditasi, ketika kita berpikir bahwa kita bosan dengan napas yang sama, kita lupa untuk menghargai perubahan yang tak terelakkan dalam tubuh dan pikiran kita.

Napas kita, seperti sungai, adalah simbol perubahan yang terus-menerus. Setiap napas adalah pengalaman baru, membawa kita lebih dekat pada pemahaman diri dan kehadiran saat ini. Namun, terlalu sering kita tergoda untuk menyibukkan diri dengan distraksi luar, sehingga kita kehilangan kesempatan untuk mengenali dan menghargai perubahan yang terjadi di dalam kita.

Meditasi mengajarkan kita untuk merangkul dan mengenali perubahan dengan sadar. Saat kita memperhatikan napas kita, kita dapat secara perlahan mulai mengenali pola-pola baru dalam pikiran dan perasaan kita. Kita dapat belajar untuk menghadapi setiap momen dengan ketenangan dan keteguhan, tanpa terjebak dalam kecemasan akan masa lalu atau kekhawatiran akan masa depan.

Selamat bermeditasi dengan menarik hal yang menarik. Mari kita kenali pikiran kita sebelum kita membiarkannya dikendalikan oleh magnet pikiran kita. Dengan berlatih meditasi, kita tidak hanya mengasah keterampilan untuk hidup sadar, tetapi juga mengasah otak kita menghargai keajaiban perubahan yang selalu berubah dalam hidup kita ini. Marilah kita merangkul anicca hidup ini.

Share:

Komentar (1)

Sudy Halim

Jumat, 10 Mei 2024 19:40

Thank you

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS