History

SEKRETARIAT BERSAMA PERSAUDARAAN MUDA – MUDI VIHARA-VIHARA BUDDHAYANA INDONESIA / PEMUDA BUDDHAYANA (SEKBER PMVBI) 

Perkumpulan ini merupakan penjelmaan dari Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda-Mudi Vihara-vihara Buddhayana Indonesia (Sekber PMVBI) yang didirikan pada hari suci Asadha 2525 BE tanggal 12 Juli 1981. Tanggal ini telah disepakati untuk diperingati sebagai hari ulang tahun Sekber PMVBI.

Sekber PMVBI yang berbentuk konfederasi didirikan oleh Sangha Agung Indonesia (Sagin) berdasarkan masukan dari para peserta Sarasehan nasional II Generasi Muda Buddhis Indonesia yang diadakan pada tanggal 9-11 (sembilan sampai dengan sebelas) Juli 1981 (seribu Sembilan ratus delapan puluh satu) di Lembah Cipandawa, Pacet, Cianjur, Jawa Barat. Pada akhir sarasehan, tepatnya pada tanggal 12 (dua belas) Juli 1981 (seribu Sembilan ratus delapan puluh satu) lahirlah suatu wadah bersama yang diberi nama Sekretariat Bersama Generasi Muda Buddhis Indonesia (Sekber GMBI). Sarasehan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan yang diadakan pertama kali di tempat yang sama pada tanggal 29-30 (dua puluh sembilan sampai dengan tiga puluh) Desember 1979 (seribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan).

Sekber PMVBI pada masa awal bernama Sekretariat Bersama Generasi Muda Buddhis Indonesia (Sekber GMBI). Pergantian nama menjadi Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda-mudi Vihara-vihara Buddhayana Indonesia (Sekber PMVBI) disepakati menjelang penyelenggaraan Sarasehan IV tanggal 27-30 (dua puluh tujuh sampai dengan tiga puluh) Juni 1985 (seribu sembilan ratus delapan puluh lima) di Sibolangit, Sumatera Utara. Pemakaian istilah “Buddhayana” di sini adalah untuk menegaskan tekad kebersamaan yang tidak memandang aliran.

Selanjutnya, berdasarkan Musyawarah Nasional (Munas) XV tahun 2017 di Vihara Jina Dharma Sradha, D.I Yogyakarta, Sekber PMVBI berubah menjadi suatu badan hukum Perkumpulan dengan nama Perkumpulan Pemuda Buddhayana Sekber PMVBI yang selanjutnya disebut Pemuda Buddhayana. Sehingga dengan demikian Pemuda Buddhayana merupakan bagian yang integral dan tidak terpisahkan dari Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI).

Misi :

Mengamalkan dan berbagi tentang esensi ajaran Buddha secara konstekstual melalui transformasi diri dan transformasi sosial dengan berpegang teguh pada nilai nilai non-sektarian, inklusivisme, pluralisme, dan universalisme serta keyakinan kepada Dharmakaya (Sanghyang Adi Buddha/Ketuhanan Yang Maha Esa)

Visi :

Menjadi persaudaraan muda-mudi wihara/cetiya di Indonesia yang memiliki semangat Buddhayana dan kepedulian dengan menumbuhkembangkan kapasitas muda-mudi yang kompeten dan memadai melalui sistem pendidikan dan pelatihan yang terstruktur dan terpadu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Guna mewujudkan misi ini, seluruh aktivitasnya mengandung empat intisari:

1.   Melayani :

      Para pemuda berkomitmen untuk saling melayani, memperhatikan, dan meringankan tugas bersama, serta secara aktif memberikan pelayanan-pelayanan sosial.

2.   Meneguhkan :

Para pemuda berkomitmen untuk saling menuntun, mengayomi, dan meneguhkan keyakinan dengan komunikasi yang terbuka dan empati, serta secara aktif senantiasa membagikan berkah-berkah Dharma bagi yang lain.

3.   Mendewasakan :

Para pemuda berkomitmen untuk senantiasa mendewasakan diri dengan memahami dan menegakkan tanggung jawab terhadap kebahagiaan masyarakat.

4.   Mempersatukan :

      Para pemuda berkomitmen untuk senantiasa memahami perbedaan-perbedaan pola pikir, sudut pandang, dan pendapat sebagai hal yang wajar dan tidak menjadikannya sebagai penyebab rasa antipati dan perpecahan, serta secara aktif memasyarakatkan wawasan Buddhayana sebagai wawasan yang mempersatukan.

Aktivitas Pemuda Buddhayana :

1.   Mengadakan Latih Diri Studi Meditasi Aksi Nasional.

2.   Secara berkala menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sekretariat Jendral.

3.   Mengadakan Pelatihan Nasional antara lain media komunikasi, kepemimpinan, Pembina Gelanggang Anak - anak Buddhis, Dutadharma muda.

4.   Menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Daerah.

5.   Menyelenggarakan Tour de Swarnadipa.

6.   Melakukan Kunjungan-kunjungan ke daerah-daerah untuk pembinaan dan konsolidasi kerja, dan sebagainya.

7.   Menyelenggarakan Sarasehan dan Temu Karya Nasional.

8.   Gerakan bersama untuk peduli lingkungan dan negara.

Munas XV tanggal 28 Desember 2017 – 01 Januari 2018 di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta menetapkan pimpinan Pemuda Buddhayana untuk masa bakti 2017-2020 :

Sekretaris Jenderal      : Friski Fernando,SE.

Wakil Sekjen I               : Yanto, SE

Wakil Sekjen II              : Santoso, S.Kom

Wakil Sekjen III             : Winy Frederica Lius, SE

Wakil Sekjen IV             : Siddhi Agustina Taniman, S.Pd.B