History

WANITA BUDDHIS INDONESIA (WBI) 

Wanita Buddhis Indonesia (WBI) didirikan di Bandung pada tanggal 14 Juli 1973. Pada tahun 1976 saat dipimpin oleh DR. Parwati Soepangat, MA, atas dorongan Sangha Agung Indonesia, telah membentuk cabang WBI di 18 provinsi dengan berbasis di wihara-wihara Buddhayana.

Pada Munas VII Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) 24-26 Oktober 2003 di Prigen, Pasuruan, WBI disahkan sebagai salah satu badan otonom MBI. Cabang WBI kini terdapat di 25 provinsi.

Fungsi WBI sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar pasal 6 : Sebagai organisasi yang menghimpun potensi wanita buddhis, yang berwawasan Buddhayana, berdasarkan persaudaraan dan kasih sayang, tanpa membedakan aliran dan suku.

Misi :

Menghimpun dan membina potensi wanita Buddhis yang berwawasan, dan bertindak sesuai Buddha Dharma melalui transformasi diri dan transformasi sosial, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai non-sektarian, inklusivisme, pluralisme, dan universalisme, serta berkeyakinan kepada Dharmakaya (Sanghyang Adi Buddha/Ketuhanan Yang Maha Esa).

Visi :

Menjadi organisasi wanita Buddhis yang besar dan aktif dalam hal sistem manajemen, cakupan wilayah, jumlah anggota, dan cakupan aktivitas, melalui aktivis yang berdedikasi dan tulus serta menjaga harkat dan martabat wanita.

Aktivitas WBI :

1.   Mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan:  peningkatan spiritual/retreat, Pandita, Duta Dharma, Bimbingan Pranikah, Pemberkahan Bayi, Rapat Efektif, Pelatihan Komunikasi, Informasi Teknologi, Kursus bahasa, Kursus Keterampilan, peningkatan akses dan memperluas kesempatan belajar bagi anggota dan anak usia sekolah.

2.   Mendukung Penyuluhan/seminar untuk meningkatkan kesehatan keluarga, terutama yang menyangkut ibu dan anak, penyakit alat-alat reproduksi, kulit, osteoporosis, peningkatan ketahanan keluarga dalam menanggulangi bahaya narkoba dan penyakit menular lainnya.

3.   Mendukung pemberian pelatihan/penyuluhan untuk meningkatkan kesadaraan jender dalam masyarakat, Nilai-Nilai Kehidupan, Keluarga Harmonis, Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Kekerasan Terhadap Anak, Kekerasan Terhadap Perempuan,  dan Bimbingan                Pranikah.

4.   Mendukung kegiatan pelayanan umat seperti Kunjungan kasih : orang tua, panti jompo, panti asuhan, korban bencana alam, dan rumah tahanan.

5.   Menjalin kerjasama dengan organisasi wanita lain dan Buddhis Nasional dan International.

6.   Mendukung pengembangan unit - unit usaha untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan sumber daya manusia.

7.   Menghargai dan memelihara keanekaragaman budaya yang bersumber dari warisan budaya leluhur, masyarakat, nasional, dan universal.

8.   Mendukung pemberdayaan wanita dalam pembangunan berkelanjutan: pelestarian lingkungan hidup (tanam dan pelihara pohon, hemat energi, hemat air, pengadaan air bersih, dan sanitasi).

Selain tergabung dan aktif dalam Sakyaditha (Konferensi Wanita Buddhis Sedunia), WBI juga tergabung dalam KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) serta aktif menjalin hubungan dan kerjasama dengan berbagai organisasi kewanitaan dan lintas agama.

Musyawarah Nasional (Munas) V Wanita Buddhis Indonesia 7-9 Desember 2019 di Prasadha Jinarakkhita, Jakarta,  menetapkan pimpinan Pengurus Pusat WBI periode 2013-2018 :

Ketua Umum                                   : Lucy Salim

Wakil Ketua Umum I                       : Vera

Wakil Ketua Umum II                      : Rosmeri

Wakil Ketua Umum III                     : Ellen Ong       

Sekretaris Umum                            : Sherly Yuliani

Wakil Sekretaris Umum                  : Sri Ayuningsih

Bendaraha Umum                          : Sury

Wakil Bendahara Umum                : Martini