History

WULAN BAHAGIA

PAGUYUBAN WARGA USIA LANJUT BAHAGIA (WULAN BAHAGIA) 

Munas VII Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) 24 - 26 Oktober 2003 di Prigen, Pasuruan - Jawa Timur, merekomendasikan pembentukan badan otonom bagi para warga usia lanjut (wulan).

Paguyuban Warga Usia Lanjut Bahagia (Wulan Bahagia) dikukuhkan oleh MBI pada tanggal 18 Januari 2005 dengan Ketua Umum: Drs. Tandjung Kartawitjaya, dan saat ini telah memiliki 7 cabang yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jawa Timur.

Misi :

1.   Sebagai wadah menghimpun aspirasi dan dinamisasi para sesepuh dan mantan aktivis Buddhis yang sudah tergolong warga usia lanjut untuk berbagi kebahagiaan (Wulan Bahagia).

2.   Menghayat dan mengamalkan Buddha Dharma dan Semangat Buddhayana yang penuh cinta kasih universal dan toleransi yang tulus dan ikhlas.

3.   Mampu menjadi panutan bagi generasi muda dan mau berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi umat dan masyarakat.

Visi :

1.   Berusaha agar para Warga Usia Lanjut tetap sehat badan dan batin dengan cara mengembangkan Buddha Dharma dan pandangan hidup yang optimis dan realitas.

2.   Menyadarkan para Wulan agar senantiasa ber-syukur diri, percaya diri, cinta diri dan tahu  diri. Supaya hati senang, pikiran tenang, tetap berguna dan bermakna bagi keluarga dan  masyarakat.

Munas II Wulan Bahagia yang dilaksanakan tanggal  5 - 8 Desember 2008 menetapkan : Ketua Umum adalah Drs. Tandjung Kartawitjaya.

Aktivitas Wulan Bahagia :

1.   Membentuk  BIRO KONSULTASI; Dengan bimbingan dan bekerjasama dengan anggota Sagin, membuka pelayanan konsultasi bagi umat Buddha pada umumnya, para   WULAN khususnya.

2.   Diskusi dan seminar;  secara berkala mengadakan diskusi dan seminar tentang  Kesehatan ROHANI  dan  JASMANI, Kerukunan hidup dalam keluarga dan masyarakat.

3.   Kegiatan sosial dan olahraga yang sesuai utk para  Warga Usia Lanjut.

4.   Kegiatan tari dan nyanyi dan sebagainya.