History

MAJELIS BUDDHAYANA INDONESIA (MBI) 

Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) berasal dari dari Persaudaraan Upasaka Upasika Indonesia (PUUI) yang didirikan bertepatan pada hari suci Asadha 2499BE (tanggal 04 Juli 1955) di Watugong, Ungaran, Semarang.

PUUI kemudian berubah menjadi Upasaka Pandita Agama Buddha Indonesia (MUABI) pada tahun 1976. Akhirnya, pada tanggal 7-8 Mei 1979 MUABI berubah menjadi Majelis Buddhayana Indonesia (MBI).

Perkumpulan ini berdasarkan asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, berlandaskan Buddhadharma dan berlindung di bawah Sangha Agung Indonesia (Sagin). Sagin yang merupakan perkumpulan para monastik (biksu, biksuni, samanera, samaneri) yang berasal dari tiga tradisi yakni Theravada, Mahayana dan Vajrayana didirikan pada tanggal 23 Januari 1963 di Bandung. Para monastik memiliki pandangan Buddhayana dan mengembangkan Agama Buddha Indonesia.

Misi Perkumpulan MBI adalah mengamalkan dan berbagi tentang esensi ajaran Buddha secara kontekstual, melalui transformasi diri dan transformasi sosial, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Buddhayana, yaitu non-sektarian, inklusivisme, pluralisme, dan universalisme, serta berkeyakinan kepada Dharmakaya (Sanghyang Adi Buddha/Ketuhanan Yang Maha Esa).

Visi Perkumpulan MBI adalah menjadi persamuhan Upasaka dan Upasika di Indonesia yang memiliki semangat Buddhayana dan Bodhicitta, dengan fokus pada pengembangan : Upasaka Pandita dan Upasika Pandita yang kompeten dan memadai serta pemberdayaan ekonomi umat melalui sistem pendidikan dan pelatihan terstruktur dan terpadu dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Maksud dan tujuan MBI adalah fokus pada kegiatan agama dan sosial dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

a. Kegiatan dalam bidang keagamaan:

  1. Menyebarkan Agama Buddha.
  2. Membina umat Buddha Indonesia, agar menjadi manusia yang berpikir dan bertindak sesuai dengan Buddha Dharma.
  3. Melaksanakan kegiatan pembinaan Umat, seperti menyelenggarakan kebaktian rutin, upacara hari suci, meditasi, ceramah Dharma dan pengkajian Dharma.
  4. Melaksanakan kegiatan pelayanan umat seperti upacara pengambilan janji, upacara pernikahan, upacara pemberkahan dan upacara kematian.
  5. Menyelenggarakan, menyediakan dan mendirikan rumah ibadah dan rumah abu (krematorium).

b.Kegiatan dalam bidang sosial :

  1. Menyelenggarakan, menyediakan dan mendirikan kelompok bermain (Play Group). Taman Kanak-kanak, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Diploma serta Perguruan Tinggi, kursus, pelatihan dan keterampilan.
  2. Menyelenggarakan, menyediakan, mendirikan dan mengelola rumah sakit, klinik, poliklinik dan balai  kesehatan.
  3. Menyelenggarakan, menyediakan, dan mendirikan panti asuhan dan panti jompo.

Musyawarah Nasional X pada tanggal 7 - 9 Desember 2018 di Prasadha Jinarakkhita, Jakarta dengan susunan Dewan Pimpinan Pusat MBI masa bakti tahun 2018 – 2023 :

a.   Ketua Umum                                       : Amin Untario, S.T

b.  Wakil Ketua Umum I                            : Ir. Budiman, MSIE

c.   Wakil Ketua Umum II                           : F. Sugianto Sulaiman, SH

d.  Sekretaris Jenderal                              : M. Canto Santosa, S.E

e.   Wakil Sekretaris Jenderal I                  : Dadi Pasamsa, S.Ag., MM, M.Pd

f.    Wakil Sekretaris Jenderal II                 : Wetik Suryadi, S.Kom.

g.  Bendahara Umum                                 : Tatang Akasa, S.E

h.  Wakil Bendahara Umum                       : Meilarina S. Kom.                       

 

Susunan Dewan Pengawas Pusat MBI masa bakti tahun 2018-2023 :

a. Ketua              : Dr. (HC) Sudhamek AWS, S.E, S.H

b. Anggota          : Jo Daud Dharsono.

                              Metta Suri Citradi.

                              Drs. Piandi.

                              Rachman Kosari.        

Selain memiliki 26 Pengurus Daerah Provinsi dan 127 Pengurus Cabang Kabupaten/Kota, MBI juga membina beberapa badan otonom yang terdiri dari:

a.Paguyuban Warga Usia Lanjut Bahagia (Wulan Bahagia).

b.Wanita Buddhis Indonesia (WBI).

c.Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI).

d.Pemuda Buddhayana (Sekber PMVBI).