News

Covid 19

JAKARTA, KBI - Menurut Tedros Adhanom Ghebreyesus, seorang Director-General WHO, Corona Virus Disease 2019 atau sering disebut dengan Covid-19 merupakan salah satu virus yang menyerang dan menginfeksi sistem pernafasan pada manusia. "CO" merujuk pada corona, "VI" merujuk pada virus, dan "D" merujuk pada disease atau penyakit. Virus ini menyebar melalui kontak langsung maupun kontak tidak langsung. Sudah cukup banyak orang yang terpapar akibat virus ini. 
Bahkan hingga saat ini, jumlah kasus penularan Covid-19 semakin menyita perhatian banyak pihak. Bagaimana tidak. Sejak tahun 2019 yang lalu hingga sekarang ini, jumlah kasus pasien yang terpapar Covid-19 ini bukannya semakin menurun, tetapi semakin meningkat. Hal ini dapat kita lihat dari jumlah kasus yang direkap oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dilansir dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga saat ini per 26 Juli 2021, kasus pasien Indonesia yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 3.194.733 kasus. Dimana dari jumlah tersebut sebanyak  2.549.692 orang telah sembuh, dan 84.766 meninggal.
Lonjakan jumlah kasus tersebut disebabkan karena beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1. Tidak sengaja menghirup droplet (percikan ludah) saat orang yang terpapar Covid-19 batuk atau bersin.
2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan setelah menyentuh benda yang terciprat ludah pasien Covid-19. 
3. Memiliki kontak yang erat dengan penderita Covid-19. 

Melonjaknya jumlah orang yang terpapar Covid-19 diiringi dengan munculnya varian-varian Virus Corona yang baru. Virus Corona terus memunculkan varian baru yang semakin mengganas karena terus mengalami mutasi. Selain mengganas, efek yang ditimbulkan pun lebih mematikan. Hingga saat ini, sudah ada tujuh jenis Corona Virus yang menginfeksi manusia yang terbagi menjadi empat subkelompok utama CoV yaitu: alfa, beta, gamma, dan delta. Dari beberapa varian Virus Corona tersebut, varian delta merupakan varian yang 40% lebih cepat menular dibandingkan dengan varian lainnya. Karena 1 kasus varian delta dapat menular ke 7-8 orang dengan virus yang sama. 
Seiring mengganasnya varian Covid-19, yang mudah terserang Covid-19 tidaklah lagi orang lanjut usia dan tenaga medis. Orang dengan riwayat penyakit kronis tertentu pun rentan terpapar virus ini. Bahkan saat ini, anak-anak juga mulai rentan terserang Covid-19. 
Untuk itu, kita perlu melakukan pencegahan agar terhindar dari penularan Covid-19. Salah satunya adalah menjaga sistem imunitas tubuh kita agar tidak terserang penyakit. Ada berbagai cara untuk menjaga imunitas tubuh, salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin (antigen) ke dalam tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit. Jadi, apabila seseorang terserang suatu penyakit, tubuh dapat mengenali dan melawan penyakit ang diakibatkan oleh virus atau bakteri tertentu. 
Mengingat betapa pentingnya dilakukan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu virus tertentu, Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) bersama dengan Puskesmas Kecamatan Kembangan menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan di Prasadha Jinarakkhita. 
Vaksinasi  diselenggarakan pada 22-29 Juni 2021 dengan jenis vaksin Astrazeneca dan Sinovac (dosis 1). 
jenis vaksin Astrazeneca atau Sinovac. 
Adapun interval pemberian vaksin dosis 1 dan 2 untuk vaksin Sinovac adalah 28 hari. Sedangkan interval untuk vaksin Astrazeneca adalah 12 minggu setelah vaksin dosis 1 diberikan. 
Vaksin Covid-19 yang diberikan kepada peserta merupakan vaksin yang disediakan oleh pemerintah yang telah lolos uji klinis dan telah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Sehingga vaksin yang diberikan aman digunakan. 
Selama belum ditemukan obat yang definitif untuk melawan Covid-19, vaksinasi Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan (prokes) merupakan upaya perlindungan yang aman dan efektif agar terhindar dari penyakit Covid-19.
Namun yang perlu ditekankan disini adalah vaksinasi Covid-19 bukanlah obat untuk mengatasi Virus Corona. Vaksin Covid-19 tidak akan 100% membuat seseorang kebal dari Covid-19. Masih terdapat kemungkinan seseorang dapat terinfeksi Virus  Corona meskipun telah dilakukan vaksinasi.
Masyarakat yang telah melakukan vaksinasi tetap diwajibkan untuk selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah berupa Gerakan 5M dan 3T. Karena dengan menerapkan 5M dan 3T, kita turut berkontribusi membantu negara Indonesia dalam menanggulangi pandemi Covid-19 agar segera usai.