Articles

ANDALAH YANG BERTANGGUNG JAWAB (2)

ANDALAH YANG BERTANGGUNG JAWAB (2)

ANDALAH YANG BERTANGGUNG JAWAB (2)

Oleh: Ven. Dr. K. Sri Dhammananda.

ANDALAH YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS HUBUNGAN ANDA DENGAN ORANG LAIN.

Ingatlah bahwa apapun yang terjadi, anda tidak akan merasakannya sebagai penderitaan bila anda tahu bagaimana menjaga keseimbangan pikiran, anda hanya akan menderita oleh sikap mental yang salah yang anda pakai terhadap diri anda dan terhadap orang lain.

Bila anda bersikap kasih terhadap orang lain, anda akan menerima kasih sebagai balasannya.

Bila anda menunjukkan rasa benci, anda pasti tidak akan menerima kasih sebagai balasannya.

Seorang yang marah mengeluarkan racun dan dia lebih menderita dari pada orang lain.

Orang yang bijaksana tidak menjadi marah oleh kemarahan orang lain, dan ia tidak akan menderita.

Ingatlah bahwa tidak ada yang dapat “melukai” anda.

Bila orang lain memarahi atau memaki anda, tetapi anda mengikuti Dhamma (kebenaran), maka Dhamma akan melindungi anda terhadap serangan yang tidak adil.

Anda harus mengembangkan keberanian untuk mengakui bila anda menjadi korban kelemahan diri anda sendiri.

Anda harus mengakui bila anda bersalah. Janganlah ikuti orang yang tidak beradab yang selalu menyalahkan orang lain.

Janganlah memakai orang lain sebagai kambing hitam anda – ini sangat hina.

Ingatlah bahwa anda mungkin membodoh-bodohi beberapa orang untuk beberapa waktu tetapi tidak semua orang untuk sepanjang waktu.

Buddha mengatakan:

“Orang bodoh yang tidak mengakui dia bodoh, adalah benar-benar bodoh. Dan orang bodoh yang mengakui dia bodoh, adalah bijaksana dalam hal ini.”

Buddha mengatakan:

“Siapa yang menyakiti orang yang baik (yang tidak menyakiti orang lain), yang bersih dan tidak bersalah, terhadap si “bodoh” itu kejahatan akan berbalik kepadanya seperti debu halus yang dilemparkan melawan angin.”

Bila anda membiarkan orang-orang lain memenuhi keinginannya untuk “melukai” anda, andalah yang bertanggung jawab.

 

JANGANLAH MENYALAHKAN ORANG-ORANG LAIN. TERIMALAH TANGGUNG JAWAB.

Anda harus belajar menjaga pikiran anda dengan memelihara pandangan yang benar, sehingga setiap peristiwa luar tidak dapat mempengaruhi keseimbangan anda.

Anda berada dalam sudut yang sempit. Anda jangan menyalahkan keadaan bila ada yang salah.

Janganlah anda berpikir bahwa anda sial, korban dari nasib atau maksud jahat orang lain. Apa pun yang anda berikan sebagai alasan, anda jangan mengelakkan tanggung jawab sendiri untuk tindakan anda sendiri dengan menyalahkan keadaan.

Berusahalah memecahkan persoalan anda tanpa menunjukkan muka masam.

Dalam waktu-waktu yang sulit, bekerjalah dengan gembira, walaupun keadaan sangat menekan. Beranilah menerima perubahan bila perubahan memang diperlukan, tetapi tetap tenanglah menerima apa yang tidak dapat anda rubah.

Bijaksanalah memahami kondisi dunia yang biasa untuk setiap orang.

Bijaksanalah menghadapi persoalan tertentu tanpa untuk anda atasi.

Mereka yang mencoba berbuat jasa terhadap orang lain mendapat salah lebih banyak dari pada mereka yang tidak berbuat jasa, tetapi ini tidak berarti bahwa mereka harus dihalangi.

Mereka seharusnya bijaksana untuk menyadari bahwa jasa yang dibuat tanpa pamrih pribadi, akan membawa hadiah yang tersendiri pula.

” Kasih tanpa pengetahuan dan pengetahuan tanpa kasih tidak dapat menghasilkan kehidupan yang baik.”

 (B. Russel).

 

ANDA BERTANGGUNG JAWAB UNTUK KETENANGAN BATIN ANDA

Anda harus belajar melindungi kedamaian dan ketenangan batiniah yang telah anda ciptakan dalam pikiran anda.

Untuk memelihara kedamaian batiniah, anda harus mengetahui bilakah memasrahkan diri anda;

anda harus mengetahui bilakah membuang keangkuhan anda; bilakah menekan keakuan anda yang palsu, bilakah merubah kekerasan sikap atau keyakinan palsu anda dan bilakah berlaku sabar.

Jangan biarkan orang lain merampas kedamaian batiniah anda, dan anda dapat memelihara kedamaian batiniah anda bila anda tahu bagaimana bertindak dengan bijaksana. Kebijaksanaan datang melalui pengakuan akan kebodohan (ketidaktahuan).

“Manusia bukanlah malaikat yang jatuh, tetapi binatang yang bangkit.”

 

 

Tags