Articles

ANDALAH YANG BERTANGGUNG JAWAB

ANDALAH YANG BERTANGGUNG JAWAB

Sebagaimana sudah menjadi sifat manusia, kita semuanya cenderung menyalahkan orang-orang lain untuk kekurangan atau kemalangan kita sendiri. 

Pernahkah anda berpikir untuk sekejap, bahwa mungkin anda sendiri yang bertanggung jawab atas persoalan-persoalan anda? 
Kesedihan dan kesengsaraan anda bukanlah disebabkan kutukan keluarga yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Juga bukan disebabkan dosa asal yang dibuat oleh nenek moyang yang bangkit dari kubur untuk menghantui anda.
Juga kesedihan dan kesengsaraan anda bukan diciptakan oleh dewa atau mara.
Kesedihan anda disebabkan oleh anda sendiri. 
Kesedihan anda adalah akibat perbuatan anda sendiri. 
Anda adalah penghukum diri anda; anda adalah pembebas diri anda sendiri.

Anda harus belajar memikul tanggung jawab kehidupan anda dan mengakui kelemahan anda sendiri, tanpa menyalahkan atau mengganggu orang-orang lain. 

Ingatlah pepatah lama:
“Orang yang tidak beradab selalu menyalahkan orang lain; orang yang setengah beradab menyalahkan diri sendiri dan orang yang betul-betul beradab tidak menyalahkan siapa-siapa.”

Sebagai makhluk beradab, anda harus belajar memecahkan persoalan anda sendiri tanpa menyalahkan orang lain. 
Bila setiap orang mencoba memperbaiki dirinya sendiri, tidak akan ada persoalan didunia ini. Tetapi banyak orang tidak berusaha untuk menyadari, bahwa mereka sendirilah yang bertanggung jawab atas banyak kesusahan yang menimpa mereka.
Mereka lebih suka mencari kambing hitam. Mereka melihat, di luar diri merekalah sumber kesusahan itu, karena mereka enggan mengakui kelemahan diri sendiri.

Pikiran manusia penuh dengan penipuan pada diri sendiri, sehingga tidak mau mengakui kelemahannya sendiri. Dia akan coba mencari alasan untuk membenarkan tindakannya dan menciptakan khayalan bahwa dia tidak bersalah. 
Bila manusia benar-benar mau bebas dia harus mempunyai keberanian untuk mengakui kelemahannya sendiri. 

Buddha mengatakan:
“Adalah mudah untuk melihat kesalahan orang lain tetapi sukar untuk melihat kesalahan diri sendiri.”

Akuilah kelemahan anda sendiri, jangan salahkan orang lain. Anda harus menyadari, bahwa andalah yang bertanggung jawab atas kesengsaraan dan kesukaran yang menimpa anda. 
Anda harus mengerti bahwa cara anda berpikir juga menciptakan kondisi-kondisi yang menimbulkan kesukaran-kesukaran bagi anda. 
Anda harus menyadari bahwa pada setiap waktu, andalah yang bertanggung jawab atas apa saja yang menimpa anda.

“Tidak ada yang salah dengan dunia ini, tetapi ada sesuatu yang salah dalam diri kita.”

Tags