Articles

Belas Kasih

Belas Kasih

Belas Kasih

"Janganlah memiliki kemarahan atau kebencian. Begitu muncul marah dan benci, praktekkanlah meditasi belas kasih untuk mengembangkan kasih sayang pada mereka yang menjadi penyebab timbulnya kebencian dan kemarahan.
Belajarlah untuk memandang makhluk lain dengan belas kasih."

"Lihatlah makhluk hidup dengan penuh belas kasih", adalah petikan dari Sutra Teratai. 
Belas kasih merupakan buah yg manis yg tumbuh dari pohon kebijaksanaan.

Jika saya lahir dan dibesarkan di lingkungan bajak laut, maka tentu saya akan menjadi seorang bajak laut pula. Beberapa sebab musabab yang saling bergantungan telah membentuk seseorang menjadi bajak laut. Ini bukanlah semata-mata hanya tanggung jawab dari si bajak laut dan keluarganya, namun juga tanggung jawab seluruh masyarakat. 

Meditasi pandangan terang dan melihat dengan pandangan belas kasih membantu kita untuk mengenal kewajiban dan tanggung jawab kita kepada mereka yg berada dalam kesengsaraan.

Saat kita menanam pohon jeruk, maka kita berharap pohon tersebut akan tumbuh lebat dan indah. 
Apabila pohon itu tidak tumbuh sesuai harapan, tentunya tak akan kita salahkan pohon tersebut. Kita harus meneliti penyebab ketidaksuburan pohon itu. Mungkin kurang baik perawatannya. 
Alangkah lucunya jika kita menyalahkan pohon tersebut karena tidak dapat tumbuh dengan baik. 

Namun itulah yang cenderung kita lakukan pada makhluk hidup, saudara2 kita, anak2 kita, dll. 
Kita seringkali beranggapan bahwa mereka adalah manusia yang selayaknya memiliki perilaku yg pantas dan bisa bertanggungjawab atas segala tindakannya. 
Nyatanya manusia tidak berbeda dengan pohon jeruk itu. 
Andai kita bersedia merawat mereka dengan baik, tentu mereka akan hidup layak. 
Harus dicamkan bahwa menghakimi itu tidak bermanfaat, hanya cinta kasih dan kebijaksanaan yang bisa mengubah seseorang.

Perasaan terluka, kemarahan, dan kebencian muncul dari kurang pemahaman. Andaikata ada seorang anak yg berkata jorok, maka hal itu disebabkan contoh yg diberikan oleh orang2 dewasa dan anak2 lainnya yg berkata serupa.
Jika kita bisa mengerti hal ini, tentunya kita tidak akan mencela perbuatan si anak. Kita justru akan berusaha untuk memperbaiki lingkungan si anak sehingga ia tidak akan mendapat pengaruh buruk.

Ketika perasaan terluka dan kemarahan ada dalam diri kita, sebaiknya untuk sementara kita tidak melakukan perbuatan dan tindakan apapun. Hal ini akan membantu mencegah timbulnya bencana lain di seputar kita. 
Sebaiknya perhatikan keluar masuknya nafas dan mulailah bermeditasi dengan obyek akibat2 buruk yg dapat timbul karena kemarahan kita.
Kadang2 kita melihat bahwa penyebab kemarahan hanyalah karena adanya kesalahpahaman saja.

"Lihatlah semua makhluk dengan pandangan belas kasih."
Kalimat ini bisa menjadi praktek yg dilaksanakan seumur hidup.
Belajarlah untuk melihat, karena belas kasih adalah rasa pengertian itu sendiri.

Tags