
Buddhayana Peduli membuka posko di 3 tempat yakni :
1. Posko KBI Jawa Tengah berlokasi di STIAB Smaratungga dan SMK Pembangunan Lama, Ampel, Boyolali.
Posko KBI Jawa Tengah dan STIAB Smaratungga saat ini sudah menjadi Posko Pengungsian, karena banyak masyarakat yang mendatangi posko tersebut untuk mengungsi dan meminta bantuan. Saat ini Posko kami akan segera membuka dapur umum untuk menampung semua pengungsi yang berdatangan. Hal ini disebabkan karena memang daerah Boyolali yang merupakan salah satu wilayah rawan kurang mendapatkan bantuan dan perhatian, semua berpusat di Jogjakarta.
Saat ini, Bhante Sasanabodhi bersama beberapa orang tim relawan sedang melakukan pembagian masker kepada semua warga disekitar Ampel. Mereka mendatangi sekolah-sekolah dan desa-desa untuk membagikan masker. Sepanjang perjalanan bila bertemu dengan warga yang belum mengenakan masker, juga dibagikan kepada mereka. Selain itu, Bhante Sasanabodhi juga sedang menyusuri dusun-dusun yang ada di Boyolali untuk melihat kondisi dan mencari informasi warga Buddhis dari Desa Sangup yang seharusnya sudah mengungsi.
2. Posko KBI Jogjakarta berlokasi di Wihara Buddha Prabha, Jogjakarta
Bantuan demi bantuan ke barak-barak pengungsian sudah dilakukan oleh teman-teman relawan KBI Jogjakarta di Jogjakarta. Sampai saat ini pun, teman-teman masih mensurvey kebutuhan dan berusaha melengkapi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh para pengungsi.
Sejak hari ketiga bencana, Bhante Viriyanadi pun sudah bergerilya di daerah-daerah rawan letusan Merapi ini untuk memberikan bantuan. Pukul 03.00 WIB 5 November 2010 ini, beliau sedang menyusuri daerah lereng untuk meninjau lokasi dan menurut informasi dari beliau, suasana sangat mencekam. Beliau akan kembali naik kembali ke Pakem pagi ini setelah beristirahat sejenak di kota Jogjakarta.
3. Posko KBI Sumatera Barat berlokasi di Wihara Buddha Warman, Padang.
Posko ini sudah mengirimkan bantuan sebanyak 3 kali ke Pulau Sikakap yang menjadi Posko Induk Mentawai.
Informasi terakhir dari Sumatera Barat, pengiriman bantuan sementara dihentikan karena Posko Induk di Sikakap sudah tidak bisa menampung barang bantuan yang dikirim dari Padang, karena pendistribusiannya ke lokasi-lokasi bencana agak sulit dan cukup banyak kendala, seperti cuaca yang buruk (Fenomena La Nina, hujan deras disertai angin badai), sehingga ada beberapa kapal kecil yang mendistribusikan bantuan terbalik karena dihantam badai, diantaranya kapal yang membawa Genset untuk lokasi-lokasi yang terkena bencana tsunami.
Dan ada pula peristiwa yang membuat para relawan berpikir dua kali untuk terjun langsung ke lokasi-lokasi bencana yang terpencil (sulit dijangkau), yaitu karaktek penduduk lokal yang agak temperamen, sehingga ada kejadian dimana para relawan disambut dengan parang dan hampir terjadi bentrok fisik antara para relawan dengan penduduk lokal yang mungkin agak stress karena terkena bencana dan bantuan terlambat diterima, sehingga mereka kelaparan, kedinginan dan banyak yang terserang penyakit.
Demikian informasi mengenai Posko Buddhayana Peduli.
Namo Sanghyang Adi Buddhaya,
Namo Buddhaya, Bodhisattvaya-Mahasattvaya,
Sekuntum Teratai untuk anda semua, pada calon Buddha,
Berikut update info seputar bencana tsunami Mentawai dan letusan Gunung Merapi, donasi dan realisasi bantuan:
Rekap dana per 5 November 2010 adalah sebesar Rp 207,028,319
Untuk detail rekap donasi bisa dilihat dengan klik disini untuk mendownload detail donasi per 5 Nov 2010 dalam bentuk pdf.
Buddhayana Peduli membuka posko di 3 tempat yakni :
1. Posko KBI Jawa Tengah berlokasi di STIAB Smaratungga dan SMK Pembangunan Lama, Ampel, Boyolali.
Posko KBI Jawa Tengah dan STIAB Smaratungga saat ini sudah menjadi Posko Pengungsian, karena banyak masyarakat yang mendatangi posko tersebut untuk mengungsi dan meminta bantuan. Saat ini Posko kami akan segera membuka dapur umum untuk menampung semua pengungsi yang berdatangan. Hal ini disebabkan karena memang daerah Boyolali yang merupakan salah satu wilayah rawan kurang mendapatkan bantuan dan perhatian, semua berpusat di Jogjakarta.
Saat ini, Bhante Sasanabodhi bersama beberapa orang tim relawan sedang melakukan pembagian masker kepada semua warga disekitar Ampel. Mereka mendatangi sekolah-sekolah dan desa-desa untuk membagikan masker. Sepanjang perjalanan bila bertemu dengan warga yang belum mengenakan masker, juga dibagikan kepada mereka. Selain itu, Bhante Sasanabodhi juga sedang menyusuri dusun-dusun yang ada di Boyolali untuk melihat kondisi dan mencari informasi warga Buddhis dari Desa Sangup yang seharusnya sudah mengungsi.
2. Posko KBI Jogjakarta berlokasi di Wihara Buddha Prabha, Jogjakarta
Bantuan demi bantuan ke barak-barak pengungsian sudah dilakukan oleh teman-teman relawan KBI Jogjakarta di Jogjakarta. Sampai saat ini pun, teman-teman masih mensurvey kebutuhan dan berusaha melengkapi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh para pengungsi.
Sejak hari ketiga bencana, Bhante Viriyanadi pun sudah bergerilya di daerah-daerah rawan letusan Merapi ini untuk memberikan bantuan. Pukul 03.00 WIB 5 November 2010 ini, beliau sedang menyusuri daerah lereng untuk meninjau lokasi dan menurut informasi dari beliau, suasana sangat mencekam. Beliau akan kembali naik kembali ke Pakem pagi ini setelah beristirahat sejenak di kota Jogjakarta.
3. Posko KBI Sumatera Barat berlokasi di Wihara Buddha Warman, Padang.
Posko ini sudah mengirimkan bantuan sebanyak 3 kali ke Pulau Sikakap yang menjadi Posko Induk Mentawai.
Informasi terakhir dari Sumatera Barat, pengiriman bantuan sementara dihentikan karena Posko Induk di Sikakap sudah tidak bisa menampung barang bantuan yang dikirim dari Padang, karena pendistribusiannya ke lokasi-lokasi bencana agak sulit dan cukup banyak kendala, seperti cuaca yang buruk (Fenomena La Nina, hujan deras disertai angin badai), sehingga ada beberapa kapal kecil yang mendistribusikan bantuan terbalik karena dihantam badai, diantaranya kapal yang membawa Genset untuk lokasi-lokasi yang terkena bencana tsunami.
Dan ada pula peristiwa yang membuat para relawan berpikir dua kali untuk terjun langsung ke lokasi-lokasi bencana yang terpencil (sulit dijangkau), yaitu karaktek penduduk lokal yang agak temperamen, sehingga ada kejadian dimana para relawan disambut dengan parang dan hampir terjadi bentrok fisik antara para relawan dengan penduduk lokal yang mungkin agak stress karena terkena bencana dan bantuan terlambat diterima, sehingga mereka kelaparan, kedinginan dan banyak yang terserang penyakit.
Demikian informasi mengenai Posko Buddhayana Peduli.
Lembaga Mitra Majelis Buddhayana Indonesia membuka kesempatan bagi yang ingin turut meringankan beban para korban yang tengah menderita dengan memberikan bantuannya melalui:
Perkumpulan Majelis Buddhayana Indonesia
BCA cabang Mangga Dua, no rek. 335.309.9996
Mohon dibelakang donasi dicantumin kode angka 5 untuk memudahkan perekapan dana masuk, misalnya : Rp. 200.005.